Selasa, 14 Jan 2020 20:05 WIB

Kenali 4 Infeksi Menular Seksual dan Gejala-gejalanya (1)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Waspada penyakit menular seksual. (Foto: iStock) Waspada penyakit menular seksual. (Foto: iStock)
Jakarta - Infeksi dan penyakit menular seksual dapat menyerang siapa saja, tak peduli seberapa sering Anda melakukan hubungan seksual. Dan tak melulu harus disebabkan oleh aktivitas seksual penis-vagina, namun seks oral juga memiliki risiko yang sama besarnya.

Mengetahui gejalanya sangatlah penting untuk segera mendapatkan penanganan lebih awal guna mencegah nantinya membahayakan nyawa. Dikutip dari Men's Health, berikut adalah gejala-gejala dari infeksi dan penyakit seks menular yang cukup umum:


1. Klamidia

Klamidia dikenal sebagai 'silent infection' karena 75 persen wanita dan 50 persen pria tidak mengalami gejala yang jelas. Bukan berarti klamidia tidak berbahaya dan bisa tak ditangani, karena bisa jadi malah menyebar ke bagian tubuh lain dan menyebabkan nyeri serta ketidaksuburan. Klamidia juga bisa menyerang anus dan tenggorokan.

Jika Anda mengalami gejalanya, butuh waktu beberapa minggu untuk infeksinya bisa muncul. Perhatikan gejala berikut:

- keluar cairan tak biasa dari vagina, penis, atau rektum
- rasa terbakar dan gatal di kelamin pria
- nyeri saat kencing
- haid yang banyak atau keluar darah di antara waktu haid
- nyeri perut bawah dan pelvis
- nyeri perut bawah pada wanita saat seks
- keluar darah selama atau setelah seks
- testis membengkak dan sakit

2. Gonorea

Infeksi kedua yang paling umum ditemukan adalah gonorea yang merupakan infeksi bakteri. Seperti klamidia, gonorea juga bisa menyebabkan baik pria dan wanita tak lagi subur. Separuh wanita bahkan tak menyadari gejala-gejalanya. Berikut adalah gejala yang bisa Anda waspadai:

- keluarnya cairan berwarna kuning atau hijau
- rasa terbakar saat kencing
- nyeri di perut
- haid yang banyak atau keluar darah di antara waktu haid
- bengkak di kulup penis
- bengkak di testis


3. Herpes genital

Herpes di alat kelamin sangat menular dan bisa menyebar dengan mudah. Setelah ditangani, virus masih akan ada di tubuhmu dan bisa mengalami outbreak nantinya. Meski bisa ditangani, herpes ini tidak bisa disembuhkan. Sekali outbreak bisa bertahan dua hingga empat minggu. Beberapa ruam dan luka bisa sembuh selama 5-10 hari dan akan mengering dan tidak akan meninggalkan bekas. Berikut adalah gejalanya:

- gejala seperti flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri dan sakit
- rasa tajam, merinding, atau gatal di area kelamin atau anus
- bintil berisi cairan muncul di beberapa area kelamin atau anus
- nyeri saat kencing
- keluarnya cairan tak biasa dari vagina atau penis

4. HIV

HIV atau human immunodeficiency virus biasanya ditularkan melalui seks vaginal atau anal. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan menjadikannya tak mampu melawan infeksi. HIV bisa ditularkan melalui darah, cairan semen, dan vagina. Jika tak ditangani segera, HIV bisa menjadi AIDS atau acquired immunodeficiency syndrome dan membahayakan.

Sekitar 80 persen pengidap HIV akan mengalami jatuh sakit selama dua minggu setelah tertular. Kemudian muncul gejala sebagai berikut:

- berat badan turun
- mencret terus menerus
- keringat dingin tengah malam
- infeksi yang terus-terusan kambuh
- penyakit serius yang membahayakan nyawa



Simak Video "Ramai Soal Reynhard Sinaga, Ini Ciri-ciri Predator Seks"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)