Selasa, 14 Jan 2020 21:23 WIB

Kenali 4 Infeksi Menular Seksual dan Gejala-gejalanya (2)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Kenali berbagai jenis penyakit infeksi menular seksual. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Melindungi dirimu sangat penting, terutama saat seks. Seks terlihat tak berbahaya dan menyenangkan, namun jika Anda tidak melakukannya secara aman dan bersih, risiko infeksi menular seksual bisa terjadi.

Mengapa hal ini penting? Para pakar seks menyebutkan bahwa infeksi ini rata-rata tidak memiliki gejala yang terlihat, sehingga bisa menipu Anda bahwa Anda berada dalam keadaan yang baik-baik saja. Berikut adalah 4 infeksi menular seksual yang umum terjadi beserta gejala-gejalanya, dikutip dari Men's Health:


1. Sifilis

Sifilis mungkin tidak terlalu umum seperti infeksi lainnya. Jika tertular, pengidapnya akan mengalami tiga tahap dan jika ditemukan lebih awal akan lebih cepat disembuhkan. Berikut tahap-tahapnya:

- tahap satu, merupakan sifilis primer yang gejalanya muncul 2-4 minggu kemudian. Muncul luka kecil yang tidak sakit, merupakan pintu di mana infeksi masuk. Terkadang bisa muncul di bibir, amandel, tangan, atau pantat. Luka ini bisa menghilang setelah 2-6 minggu.

- tahap dua, merupakan sifilis sekunder yang muncul beberapa minggu setelah luka sembuh. Nantinya akan muncul luka yang tak gatal di telapak tangan atau kaki, bintil kecil di dekat vagina atau anus, gejala seperti flu, bengkak di leher, ketiak atau selangkangan, turunnya berat badan, noda putih di lidah atau langit-langit mulut, dan pitak di rambut.

Setelah semua gejala ini muncul, Anda akan masuk ke fase terakhir yang bisa bertahan selama bertahun-tahun. Dan jika tidak segera ditangani akan masuk ke tahap ketiga dan yang paling membahayakan karena bisa menyebar ke organ lain.

2. Bacterial vaginosis

Merupakan penyebab utama mengapa keluar cairan dari vagina, meski bukan infeksi menular seksual, namun penyakit ini sering terjadi pada wanita yang aktif secara seksual. Meski separuh wanita tak akan menyadari gejala apapun, kebanyakan akan mengalami cairan berwarna putih dan berbau amis. Terkadang juga bisa berwarna keabuan dan sedikit berair. Jika tak segera ditangani dapat meningkatkan risiko keguguran saat kehamilan.

3. Hepatitis

Ada beberapa bentuk berbeda dari hepatitis, namun yang bisa ditularkan melalui aktivitas seksual hanyalah hepatitis B. Hepatitis B merupakan inflamasi liver yang bisa ditularkan melalui kontak dengan darah, cairan semen, atau cairan vagina. Tidak ada penanganan khusus dan bisa hilang selama beberapa bulan. Namun terkadang juga bisa menjadi hepatitis B kronis. Hepatitis B bisa tak menunjukkan gejala bagi kebanyakan orang, namun tanda-tanda awalnya bisa ditunjukkan dengan gejala mirip flu, badan tidak enak, dan kekuningan di beberapa bagian tubuh.

4. Bintil di kelamin

Bintil kecil akan muncul di sekitar vagina atau anus yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV). Namun tak semua orang yang memiliki virus ini akan mengalami bintil-bintil kecil. Bintil ini biasanya ditularkan melalui kontak kulit, dan umumnya tidak terasa nyeri. Umumnya bintil ini akan muncul di beberapa area lain, seperti:

- sekitar serviks
- di dalam vagina
- di dalam anus
- di manapun di penis
- paha bagian atas
- di dalam saluran kencing pria
- di skrotum



Simak Video "Awal Mula Hepatitis A di Depok yang Jangkiti Ratusan Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)