Selasa, 10 Mar 2020 22:00 WIB

Kerap Dibayangkan Pria Saat Bercinta, Ini 5 Fakta Tentang Squirt

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
ilustrasi pasangan orgasme Ada wanita yang bisa squirt saat orgasme. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Ketika mencapai puncak kenikmatan saat bercinta, beberapa wanita mengaku mengalami squirt atau menyemprotnya cairan berwarna bening dari vagina. Meski begitu sebagian orang masih merasa bingung apakah squirt itu benar-benar bisa terjadi atau hanya fantasi seks dari film porno?

Berikut adalah 5 fakta tentang squirt, seperti dikutip dari Men's Health.

1. Squirt itu nyata

Meski tak semua wanita bisa mengalaminya, tetapi keluarnya cairan dari kelenjar skene ini beneran bisa terjadi lho! Umumnya squirt terjadi saat wanita mengalami orgasme, walaupun jumlah cairan yang keluar tidak selalu banyak dan menyemprot seperti yang sering dibayangkan.

2. Tidak semua wanita bisa mengalami squirt

Sebuah penelitian menunjukkan dari 300 wanita yang diteliti hanya 7 orang saja yang mampu mengalami squirt saat berhubungan seks dengan pasangannya.

3. Cairan squirt tidak sama dengan urine

Cairan ejakulasi pada wanita tidak berasal dari kandung kemih, melainkan dari kelenjar skene. Meski demikian, saat wanita orgasme cairan bening ini kerap mengalir ke dalam saluran kemih sehingga pada akhirnya akan keluar bersama urine.

4. Wanita tidak selalu squirt saat orgasme

Tak seperti pria yang selalu berejakulasi setiap kali mencapai puncak kenikmatan saat bercinta, squirt lebih sulit terjadi pada wanita meski telah mengalami orgasme.

5. Squirt tidak bisa dicapai hanya dengan menstimulasi G-spot

Wanita memang unik, selain lebih sulit mencapai orgasme dibandingkan pria. Wanita bisa mengalami squirt hanya dengan distimulasi klistorisnya saja tanpa harus melakukan penetrasi ke dalam vagina.



Simak Video "Perilaku Seksual Paling Aneh: Terangsang Mesin dan Siput "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)