Senin, 06 Apr 2020 19:40 WIB

Terasa Sakit Saat Berhubungan Intim, Apa yang Salah?

Ayunda Septiani - detikHealth
ilustrasi pasangan bercinta Kebanyakan wanita merasa sakit saat berhubungan seks. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Apakah hal yang normal perempuan merasakan sakit saat berhubungan intim? Faktanya, hampir 3 dari 4 wanita akan mengalami rasa sakit saat berhubungan seks di beberapa titik dalam kehidupan mereka, demikian menurut perkiraan dari American College of Obstetricians and Gynecologists.

"Intinya adalah sebagian besar perempuan yang aktif secara seksual mengalami sakit saat berhubungan seks pada suatu saat dalam kehidupan mereka," kata ahli urologi dr Cheryl Iglesia, dilansir dari Time News Indonesia.

Sekarang bagaimana kita mengetahui kapan rasa sakit itu pertanda ada yang salah? Iglesia menjelaskan bahwa itu tergantung pada dua faktor seberapa sering itu terjadi dan seberapa parah rasa sakitnya.

Jika hanya mengalami sedikit rasa sakit sesekali, sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tetapi jika itu adalah sesuatu yang terjadi setiap saat, atau skala sakit mencapai tujuh, delapan, atau sembilan, sebaiknya segera hubungi dokter kandungan.

Istilah medis rasa sakit ini dinamakan dispareunia, menggambarkan rasa sakit berulang selama dan setelah berhubungan seks. Wanita mungkin mengalami ini selama penetrasi, yang mungkin melibatkan penis, jari, atau mainan seks yang dimasukkan ke dalam vagina. Rasa sakit dapat menetap atau memburuk saat penetrasi atau selama aktivitas yang seharusnya menyenangkan bagi kedua pihak.

Rasa sakit mungkin bisa terjadi saat pertama kali berhubungan seks, kata Dr. Kirtly Parker Jones dari Universitas Utah. Ini karena jaringan-jaringan semakin melebar akibat bersenggama untuk pertama kalinya. Tapi ketika itu berlanjut secara berulang, kemungkinan ada yang tidak beres, bisa jadi infeksi.

"Wanita yang memiliki infeksi ragi (keputihan), beberapa wanita dengan infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia, kondisi itu dapat menimbulkan rasa sakit saat berhubungan badan," kata Jones.

Kekeringan atau pelumasan yang kurang merupakan salah satu penyebab paling umum dari seks yang menyakitkan. Meskipun mungkin ada hubungannya dengan foreplay yang tidak memadai, ada banyak kemungkinan lain untuk dipertimbangkan seperti menopause, kontrol kelahiran hormonal (kontrasepsi hormonal), produk vagina yang berbahaya, dan obat-obatan tertentu dapat berkontribusi pada kekeringan vagina.

Kita juga perlu memperhatikan rasa sakit jika itu secara khusus mempengaruhi satu area. Misalnya, nyeri vulva mungkin merupakan tanda vulvodynia atau infeksi kulit. Tetapi jika rasa sakit dirasakan di dalam panggul, kemungkinan hal itu disebabkan oleh endometriosis, fibroid, atau bahkan sembelit.

Apabila mengalami kejang atau pembukaan vagina berkontraksi dengan ketat, rasa sakit mungkin karena kondisi yang kurang umum yang disebut vaginismus. Dalam beberapa kasus, ini bisa bersifat psikologis, mungkin terkait dengan pelecehan seksual di masa lalu atau ketakutan terhadap keintiman.



Simak Video "Seks Aman Saat Pandemi Corona Bersama dr Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)