Kamis, 18 Jun 2020 19:39 WIB

5 Tips Supaya Sperma 'Tokcer', Jaga Kesuburan Pria

Ayunda Septiani - detikHealth
ilustrasi sperma Jaga kesehatan sperma dengan cara-cara berikut. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Kesehatan sperma memang bukan lagi menjadi topik tabu. Namun, tak selalu mudah membicarakan topik yang terkait dengan kesehatan pria secara umum ini. Laporan tahun 2017 menyatakan produksi sperma turun tajam pada hampir 43 ribu pria di seluruh dunia mulai 1973 hingga 2011.

Dikutip dari laman Health Line, sperma yang sehat produksinya mencapai 15 juta atau lebih dalam satu mililiter air mani. Produksi yang lebih banyak menandakan kesehatan yang semakin baik.

Sekitar 40 persen dari jumlah sperma harus bisa bergerak aktif yang mengindikasikan kesuburan pria. Sperma sehat memiliki kepala yang bulat serta ekor yang kuat dan panjang untuk mendorong pergerakannya.

Menjaga kesehatan sperma sebetulnya bukan hal sulit. Namun akibat padatnya aktivitas setiap hari rentan menyebabkan stres dan overweight, yang berisiko menurunkan kesehatan sperma. Berikut, beberapa tips untuk menjaga kesehatan sperma.

1. Olahraga teratur, tapi jangan berlebihan

Olahraga, meski berintensitas ringan, bisa meningkatkan produksi dan mutu sperma. Pria bisa mencobanya dengan jalan kaki 20 menit, push up, dan beraktivitas di luar ruangan. Pria sebaiknya menghindari olahraga berintensitas tinggi yang berisiko menurunkan kualitas air mani.

2. Menjaga asupan

Sama halnya dengan wanita, pria disarankan untuk batasi konsumsi makanan instan. Hidangan setiap hari sebaiknya terdiri atas sayur, buah, dan asupan yang berbahan hewani yang dimakan langsung. Asupan tersebut mengandung vitamin B 12 yang melindungi sperma dari luka dan stres oksidatif akibat radikal bebas.

Asupan juga mengandung vitamin C yang meningkatkan produksi sperma tergantung dari jumlah konsumsi setiap hari. Manfaat serupa bisa diperoleh dari kacang berdasar riset tahun 2018 pada 119 pria. Asupan lain yang wajib dikonsumsi adalah berasal dari likopen yang banyak terdapat pada buah dan sayur berwarna merah. likopen mengurangi reactive oxygen species (ROS) yang berisiko merusak sperma dan DNA.

3. Pilih celana dalam yang tepat

Hasil riset tahun 2018 menyatakan, pria yang menggunakan bokser menghasilkan sperma 17 persen lebih banyak. Hasil ini berbeda dengan riset tahun 2016 yang menyatakan, jumlah sperma sama pada pria pengguna bokser dan brief.

Namun, hasil riset tak bisa langsung diterima. Periset tak meneliti faktor lain yang bisa mempengaruhi produksi sperma, misal bahan dan model pakaian dalam. Dengan pertimbangan ini, brief masih aman dikenakan pria.

4. Jaga konsumsi minuman berkafein dan alkohol

Pria sebaiknya hanya minum tiga cangkir minuman berkafein setiap hari. Kafein pada kopi, minuman berenergi, dan soda disebut dapat meningkatkan risiko kerusakan DNA pada sperma bila dikonsumsi berlebihan.

Untuk alkohol sebaiknya dikonsumsi kurang dari empat botol per minggu. Riset tahun 2017 menyatakan, alkohol berisiko menurunkan jumlah sperma yang keluar saat ejakulasi.

5. Konsumsi suplemen

Selain menjaga asupan, pria bisa mengkonsumsi suplemen harian untuk memperbaiki kualitas sperma. Suplemen yang dikonsumsi sebaiknya mengandung vitamin C dan ekstrak akar ashwagandha untuk meningkatkan produksi serta pergerakan sperma, vitamin D untuk merangsang produksi testosteron, dan coenzym Q10 untuk memperbaiki kualitas air mani. Untuk mengetahui dosis konsumsi yang tepat, sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.



Simak Video "Penjelasan Ahli Soal Dugaan Ekshibisionisme Pelaku Pelempar Sperma"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)