Selasa, 30 Jun 2020 19:35 WIB

5 Penyebab Miss V Terasa Panas saat Lagi Asyik Bercinta

Ayunda Septiani - detikHealth
fantasi seksual Ketahui kenapa vagina bisa terasa seperti terbakar usai bercinta. (Foto: iStock)
Jakarta -

Sama seperti olahraga, bercinta juga bisa menimbulkan efek-efek tertentu yang dirasakan oleh tubuh. Salah satunya adalah rasa terbakar pada area intim kewanitaan setelah bercinta.

The American College of Gynecologist and Obstetricians mencatat, 3 dari 4 perempuan mengeluhkan rasa sakit saat bercinta. Hal yang dirasakan seperti nyeri sensasi terbakar.

Dikutip dari Cosmopolitan, berikut beberapa penyebab vagina kamu terasa terbakar saat bercinta. Apa saja?

1. Penggunaan seks toys

Mainan seks atau sex toys bisa menambah sensasi saat bercinta. Namun, di balik kenikmatannya, alat bantu seks bisa mengakibatkan munculnya sensasi terbakar pada area vagina lho. Bahan yang digunakan dan kebersihan dari mainan seks bisa jadi penyebabnya.

"Sex toys dibuat dari bahan berbeda, jadi pastikan Anda membaca detail produk sebelum membeli. Pilihan yang terbaik pilih mainan yang tidak mengandung lateks, bahan kimia berbahaya seperti phthalates dan tidak berpori," kata ahli ginekologi, Jodie Horton.

Selain itu, sensasi terbakar juga bisa timbul saat alat bantu seks tak dibersihkan dengan baik. Horton menyarankan untuk selalu membersihkan mainan seks dengan sabun tanpa pewangi dan air hangat setelah dipakai untuk menghilangkan bakteri penyebab infeksi.

2. Detergen yang digunakan

Jangan melulu selalu menyalahkan momen bercinta. Rasa nyeri pada vagina juga bisa diakibatkan oleh detergen yang digunakan. Beberapa bahan dan kandungan di dalam detergen bisa menimbulkan sensasi terbakar pada vagina.

"Jika vagina terasa seperti terbakar, segera ganti detergen dan oleskan bahan-bahan yang menenangkan kulit seperti gel lidah buaya atau shea butter," ujar ahli ginekologi lain, Felice Gersh.

Jika iritasi tak kunjung menghilang dalam tiga hari, segera konsultasikan dengan dokter.

3. Stres

Stres bisa mempengaruhi hormon sekaligus proses lubrikasi alami pada vagina. Saat Anda merasa cemas, maka akan timbul kekeringan yang bisa mengakibatkan kulit pada area organ intim kewanitaan seperti terbakar dan tidak nyaman. Untuk mengatasinya, gunakan lubrikan dan tambah durasi foreplay.

4. Mencukur rambut kemaluan

Mencukur rambut kemaluan jadi hal lumrah bagi sebagian orang. Meski pencukuran dilakukan di bulu bagian vulva, rasa terbakar bisa saja timbul. Pencukuran kadang menimbulkan iritasi akibat pisau cukur yang dipakai.

Untuk menghindari iritasi pada area Miss V, cukurlah searah dengan pertumbuhan bulu. Pastikan pisau cukur selalu bersih dan tidak tertutup kotoran atau krim cukur. Setelah bercukur, gunakan pelembab yang mengandung petroleum.

5. Perubahan hormon

Hal ini umum terjadi pada perempuan yang telah memasuki masa menopaus. Sementara pada usia muda, kekeringan disebabkan oleh penggunaan pil penunda kehamilan.

Spesialis kandungan, Leah Millheiser mengatakan kasus sensasi terbakar pada organ intim kewanitaan kebanyakan disebabkan oleh provoked vestibulodynia (PVD) yang dialami pasien. PVD terjadi akibat penggunaan pil penunda kehamilan dengan kandungan hormon yang rendah. PVD berkontribusi pada rasa sakit saat bercinta dan kemerahan pada vagina.

"Vagina Anda bertingkah seperti perempuan menopause karena Anda hanya mendapatkan sedikit hormon," katanya



Simak Video "Dokter Boyke Sayangkan Kurangnya Pendidikan Seks untuk Milenial"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)