Selasa, 07 Jul 2020 19:30 WIB

Perubahan Dorongan Seks di Usia 20 Tahun, 30 Tahun, dan 40 Tahun

Elsa Himawan - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Dorongan bercinta beruba-ubah sesuai usia. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Soifer)
Jakarta -

Dorongan seks dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti hormon, psikologis, gaya hidup, bahkan usia. Dalam hal ini, usia sangat mempengaruhi minat seseorang akan hubungan intim.

"Dorongan seks tidak hanya dipengaruhi oleh usia" sebut John Thoppil, spesialis ob-gyn dari Texas, yang dikutip dari Health.

Stres adalah pembunuh seks terbesar. Kecemasan dan depresi juga dapat mematikan keinginan untuk melakukan hubungan intim. Putus asa, banyak konsumsi antidepresan serta obat lain, memiliki efek samping dalam menghambat dorongan seks.

Selain itu, berikut adalah perubahan seks pada usia 20 tahun, 30 tahun, dan 40 tahun.

Usia 20 tahun

Sebagai permulaan, hubungan seks yang terjadi pada usia 20-an masih terbilang segar dan baru. Pada usia ini, ada keinginan kuat dalam dirimu untuk melakukan hubungan seksual secara terus menerus.

Ada beberapa faktor yang membuat dorongan seks seseorang menurun di usia 20-an. Bisa karena melahirkan, konsumsi pil, ataupun kadar testosteron yang rendah. Konsultasilah pada dokter untuk mengantisipasi masalah tersebut.

Usia 30 tahun

Terdapat penurunan hormon testosteron pada usia ini yang membuat berkurangnya minat kamu dalam melakukan hubungan intim. Faktor eksternal seperti pekerjaan, tanggung jawab yang semakin besar, bahkan kesibukan dalam mengurus anak juga menjadi penghambat dorongan seks mu semakin berkurang.

Solusinya adalah lakukan komunikasi dan ekspresikan kebutuhan anda dengan melakukan negosiasi terhadap pasanganmu sebelum melakukan hubungan intim. Bahkan pada malam-malam tertentu, lakukanlah pijat tangan kepada pasangan selama satu jam sekali untuk mengekspresikan cinta.

Usia 40 tahun

Perubahan dorongan seksual pada dekade ini dapat terbilang cukup keras. Pada usia ini, wanita akan memasuki perimenopause yang artinya ovarium akan berhenti untuk memproduksi estrogen. Hal ini mengakibatkan produksi estrogen memperlambat pelumas vagina alami, sehingga jaringan vagina menjadi lebih kering.

Solusinya adalah tanamkan pada mindset bahwa tubuh kamu akan mengalami evolusi dan tidak menanggapi hal tersebut dengan negatif. Pengobatan dengan progesteron atau testosteron atau keduanya pada beberapa wanita dapat membantu untuk meningkatkan dorongan seks.

Perlu diingat, bagaimanapun, bahwa apa yang kamu rasakan, bisa saja menjadi bagian alami dari penuaan, dan kamu dapat meningkatkan libido dengan hidup sehat dan merasa terhubung dengan pasangan Anda.



Simak Video "Dokter Boyke Sayangkan Kurangnya Pendidikan Seks untuk Milenial"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)