Selasa, 11 Agu 2020 21:00 WIB

Normalkah Jika Suami Minta 'Jatah' Tiap Hari? Ini Kata Para Pakar

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Young female holding hands sensually on red silk bed. Normalkah jika suami minta jatah setiap hari? ini kata para pakar. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Beberapa wanita mungkin mempertanyakan mengapa para suami ingin melakukan hubungan seks setiap hari. Bahkan, mungkin muncul pertanyaan apakah hal ini bisa dikatakan normal?

Menurut sebuah studi tahun 2017 yang dimuat di Archives of Sexual Behavior rata-rata orang dewasa melakukan hubungan seks setidaknya seminggu sekali. Studi lain tahun 2015 bahkan mengaitkan frekuensi seks dengan kebahagiaan.

Para peneliti yang menulis dalam Social Psychological and Personality Science menemukan bahwa pasangan yang berhubungan seks setidaknya sekali seminggu lebih bahagia dengan hubungan mereka daripada mereka yang jarang melakukannya.

"Pasangan sering membuat kesalahan dengan menggunakan angka tertentu untuk merasa nyaman dengan kehidupan seks mereka," jelas Raffi Bilek, konselor pasangan dan direktur Baltimore Therapy Center, mengatakan kepada Health.

"Sebenarnya apa pun yang nyaman bagi Anda dan pasangan adalah hal yang normal bagi Anda. Anda tidak perlu berhubungan seks lebih atau kurang dari yang Anda inginkan," lanjutnya.

Brian Jory, PhD, seorang profesor dan direktur studi Berry College di Georgia, mengatakan kepada Health ada beberapa faktor yang berpengaruh kepada seberapa sering berhubungan seksual. Mulai dari usia, gaya hidup, dorongan seks bawaan, kesehatan, dan yang terpenting kualitas hubungan.

Lalu mengapa suami ingin berhubungan seksual setiap hari?

Banyak hal yang menjadi kemungkinan penyebabnya, salah satunya pria secara umum memiliki libido yang lebih tinggi daripada wanita. Mereka ingin melakukan lebih banyak seks karena dorongan seks mereka yang lebih tinggi. Sebagian besar alasan ini bisa bersifat biologis. Ini karena hormon testosteron yang tinggi dan juga kebutuhan fisik.

Bagi wanita, dorongan seks mereka lebih rendah karena tubuh mereka tidak memiliki hormon yang sama atau setidaknya pada tingkat yang dimiliki pria. Hormon wanita berbeda sehingga kebutuhan mereka akan seks lebih sejalan dengan saat tubuh mereka dalam masa ovulasi atau masa subur.



Simak Video "Selain Bikin Tak Bisa Ereksi, Kebiri Kimia Juga Ancam Nyawa Predator Seksual"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)