Senin, 05 Okt 2020 11:37 WIB

Trump Diberi Dexamethasone, Kondisinya Kritis?

Ayunda Septiani - detikHealth
Trump: Jika Covid-19 membuat presiden AS sakit parah, apa yang akan terjadi selanjutnya? Donald Trump diberi dexamethasone. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diberi perawatan oksigen dan obat steroid dexamethasone sebagai bagian dari pengobatan COVID-19. Hal ini disampaikan salah satu dokter yang merawat Trump di rumah sakit militer Walter Reed Medical Center, Brian Garibaldi, pada Minggu (4/10/2020).

Kabar ini merupakan indikasi bahwa kondisi Trump mengkhawatirkan, karena obat steroid dexamethasone tidak boleh diberikan kepada siapapun kecuali dalam keadaan kritis. Itu karena efek negatif yang disebabkan oleh steroid, sehingga penggunaannya tersebut sangat diawasi secara ketat.

"Kami memutuskan bahwa dalam kasus ini manfaat potensial (dexamethasone) mungkin lebih besar daripada risikonya saat ini," papar dokter Gedung Putih, Sean Conley, kepada wartawan di luar Walter Reed Medical Center, seperti dikutip dari laman CNN International.

Dalam sebuah penelitian dengan melibatkan sampel yang besar dan acak, menunjukkan bahwa pasien virus Corona COVID-19 menunjukkan pemulihan lebih cepat jika diberi dexamethasone.

Sebuah pedoman dari National Institutes of Health mengatakan, pasien dengan COVID-19 yang parah dapat mengembangkan respons peradangan sistemik (seluruh tubuh) yang dapat menyebabkan cedera paru-paru dan disfungsi organ multisistem.

Berdasarkan hasil dari sebuah uji coba, panel ahli NIH merekomendasikan pemberian obat steroid dexamethasone kepada pasien COVID-19 yang membutuhkan oksigen.

"Panel merekomendasikan agar tidak menggunakan deksametason untuk pengobatan COVID-19 pada pasien yang tidak membutuhkan oksigen tambahan," tulis NIH dalam pedomannya.

Dalam sebuah studi tentang dexamethasone yang dilakukan di Inggris didapatkan sekitar 23 persen pasien yang mendapatkan dexamethasone meninggal. Sedangkan 26 persen pasien yang tidak mendapatkan dexamethasone meninggal dunia.

Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa temuan tersebut disarankan penggunaan steroid dalam kasus 'parah dan kritis'.

Tingkat oksigen dalam darah Trump turun di bawah 94 persen. Di mana NIS menyatakan pasien dengan kondisi tersebut dinyatakan dalam keadaan kritis.



Simak Video "Pakar: Trump Harusnya Berada di RS Lebih Lama Usai Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)