Kamis, 08 Okt 2020 19:30 WIB

4 Hal yang Bisa Terjadi pada Vagina Ketika Lama Tak Bercinta

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Beberapa hal yang bisa terjadi pada vagina jika lama tak bercinta. (Foto: iStock)
Jakarta -

Pandemi virus Corona COVID-19 membuat banyak aktivitas terganggu, salah satunya adalah kehidupan seksual. Beberapa pasangan mempertimbangkan dan menunda untuk melakukan sesi bercinta secara teratur karena takut dan tertular virus Corona.

Bercinta secara rutin disebut memberikan manfaat baik bagi kesehatan tubuh. Lantas, apa yang terjadi pada vagina ketika lama tak bercinta?

Dikutip dari Health, 4 hal yang akan terjadi pada vagina ketika lama tak bercinta:

1. Bisa lebih kering

Normalnya dinding vagina akan tetap lembab dan lentur meskipun tidak terangsang. Namun, dokter kandungan di pusat kebidanan dan ginekologi Orlando Health di Florida, Christine Greves, MD, mengatakan jika kamu jarang melakukan bercinta bersama pasangan, vagina akan lebih kering. Vagina kering memang tidak selalu menjadi masalah, tetapi bisa membuat tidak nyaman.

2. Vagina tidak akan menyempit

Rumor yang sering dipercaya adalah vagina akan menyempit dan menumbuh selaput dara baru jika tidak melakukan bercinta untuk sementara waktu. Padahal pernyataan itu hanyalah mitos.

Dr Greves menjelaskan bahwa ketika kamu tidak bercinta, tubuh masih menghasilkan estrogen dan progesteron sehingga membuat dinding vagina tetap terbuka dan fleksibel.

Meski demikian, ada kemungkinan pembukaan vagina berkurang ukurannya, tetapi ini terjadi setelah menopause.

"Seiring waktu, wanita pascamenopause yang memiliki pengurangan pasokan estrogen mungkin mendapati diameter vaginanya menjadi lebih kecil jika mereka tidak melakukan hubungan intim," jelas Dr Greves.

3. Gairah seks turun

Menurut Dr Greves, ada kemungkinan bahwa libido akan turun sedikit selama periode ini. Jika kamu tidak berhubungan seks, mungkin tidak merasa bergairah seperti ketika melakukannya secara teratur dan itu dapat berdampak pada dorongan seksual.

4. Butuh waktu untuk terangsang

Setelah periode istirahat seks, mungkin butuh lebih banyak waktu bagi vagina untuk terlumasi dengan cukup atau agar jaringannya rileks sepenuhnya. Ketika kamu melakukan hubungan bercinta teratur, vagina masuk ke mode gairah secara otomatis.



Simak Video "Dokter Boyke Sayangkan Kurangnya Pendidikan Seks untuk Milenial"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)