Minggu, 15 Nov 2020 20:45 WIB

Fakta-fakta di Balik 5 Mitos Seks yang Kerap Beredar

Farah Nabila - detikHealth
ilustrasi pasangan sedih Fakta-fakta di balik mitos seks (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Berbagai informasi seputar seks sudah sangat mudah diakses. Namun ada beberapa mitos seputar seks yang menyesatkan dan dipercaya masyarakat.

Mitos seputar seks dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi masyarakat tentang informasi seks. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui fakta dalam berhubungan seks.

Dikutip dari The Healthy, berikut mitos-mitos yang masih banyak dipercaya.

1. Mitos: Seks memicu serangan jantung

Muncul anggapan bahwa seks dapat menimbulkan serangan jantung. Namun hal ini tidak benar karena seks selalu dikaitkan dengan kesehatan jantung.

Sebuah studi di The American Journal of Cardiology, menemukan bahwa pria yang melaporkan berhubungan seks dua kali seminggu atau lebih, memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan pria yang berhubungan seks sebulan sekali atau lebih jarang.

Kemungkinan terkena serangan jantung saat berhubungan seks juga dianggap sangat rendah. Kenyataannya, aktivitas fisik yang dilakukan kebanyakan orang saat berhubungan seks mirip dengan menaiki dua anak tangga.

2. Mitos: Pria memikirkan seks setiap 7 detik

Sebuah studi di Journal of Sex Research menghilangkan mitos ini. Studi tersebut meneliti berapa kali sebenarnya pria dan wanita benar-benar memikirkan tentang seks dalam sehari.

Temuan tersebut mengungkapkan bahwa pria berpikir tentang seks jauh lebih sedikit daripada yang dipikirkan. Rata-rata pria memiliki sekitar 19 pemikiran seks per hari, bukan hampir 8.000 pikiran per hari seperti yang dikatakan pria memikirkan seks setiap tujuh detik. Sedangkan untuk wanita, mereka rata-rata memikirkan 10 pemikiran tentang seks.

3. Mitos: Seks tingkatkan performa olahraga

Mitos ini telah diperdebatkan selama bertahun-tahun. Pelatih sering menyuruh atlet mereka untuk tidak berhubungan seks sebelum pertandingan atau kompetisi besar.

Namun, sebuah studi dalam Jurnal Frontiers in Physiology tahun 2016, menunjukkan bahwa seks berdampak kecil pada performa atletik dan sebenarnya bisa memberi efek positif.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]