Jumat, 25 Des 2020 19:06 WIB

Benarkah Wanita Berambut Tebal Punya Gairah Seks yang Tinggi?

Thalitha Yuristiana - detikHealth
Young female holding hands sensually on red silk bed. Wanita berambut tebal memiliki gairah seks yang tinggi, mitos atau fakta? (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat perihal seks adalah wanita dengan rambut yang tebal di sekujur tubuhnya dianggap memiliki libido atau hasrat seksual yang tinggi dibandingkan dengan wanita lainnya. Hal tersebut menyebabkan anggapan wanita yang memiliki rambut tebal seperti kumis tipis atau rambut di tangan dan kaki, dianggap sebagai wanita hiperseksual. Tapi benarkah demikian?

Dikutip dari WebMD, istilah medis untuk menamakan kondisi tersebut adalah hirsutisme. Faktor penyebabnya yaitu faktor genetik atau keturunan, peningkatan hormon testosteron, konsumsi obat-obatan, dan kondisi kesehatan lainnya.

Pada umumnya, rambut tebal pada wanita ini diakibatkan oleh peningkatan hormon testosteron. Hormon testosteron atau disebut juga dengan hormon androgen tak hanya dimiliki oleh pria, namun juga wanita.

Salah kaprah mengenai hormon ini karena selalu diidentikan dengan tingginya tingkat libido seseorang. Pada wanita, testosteron diproduksi secara alami di kelenjar adrenal. Selain mempengaruhi fungsi seksual dan agresivitas, testosteron juga mempengaruhi pertumbuhan rambut di tubuh terutama rambut kelamin, perkembangan otot dan lemak dalam tubuh dan pengaturan gelombang otak.

Namun apakah wanita yang berambut lebat di seluruh tubuhnya sudah pasti memiliki tingkat libido yang tinggi?

Dikutip dari Women's Health, sebuah studi membuktikan bahwa testosteron memiliki sedikit kaitan dengan libido seks seseorang. Wanita sehat yang memiliki kadar hormon testosteron tinggi umumnya memiliki minat yang besar seks.

Hal ini juga diperkuat dengan penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Archives of Sexual Behavior tentang hasrat seksual dan hormon testosteron. Namun sayangnya, subjek penelitian ini adalah hewan sehingga kurang tepat jika kaitkan dengan manusia. Sehingga, perlu adanya penelitian lanjutan terkait hal ini.

Kendati ada hubungan antara testosteron, pertumbuhan rambut, dan hasrat seksual tinggi, wanita dengan rambut tebal tidak selalu berarti bahwa mereka memiliki libido yang tinggi. Pasalnya, rambut tebal juga bisa disebabkan oleh faktor genetik di mana sebagian orang memang memiliki ciri tubuh dengan rambut yang tebal, lebat, dan panjang.

Selain faktor genetik, ahli neuroendokrinologi perilaku dari University of Michigan juga menjabarkan bahwa ada faktor-faktor lain yang menyebabkan seorang wanita memiliki hasrat seksual yang tinggi terhadap pasangan mulai dari faktor medis, psikologi dan hubungan kita dengan pasangan.

Dapat disimpulkan bahwa mitos yang mengatakan bahwa wanita berambut tebal memiliki libido tinggi adalah tidak benar dan tidak salah. Dalam beberapa kasus hal ini dapat menjadi benar jika dikaitkan dengan jumlah hormon testosteron. Namun di satu sisi, hal ini juga dapat salah karena masih banyak wanita yang memiliki libido tinggi yang tidak memiliki rambut yang tebal dan lebat.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)