Sabtu, 23 Jan 2021 05:48 WIB

Pacar 'Nafsuan' Melulu, Normal Nggak Sih? Ini Batasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Bagi yang belum menikah, terkadang sulit menahan gairah seksual yang muncul. Menurut psikolog seksual Zoya Amirin, nafsu atau gairah seksual antara pria dan wanita umumnya berbeda.

Seperti yang diketahui, pria umumnya lebih agresif. Hal ini rupanya berkaitan dengan sifat sperma mereka.

"Laki-laki itu sesuai dengan sifat spermanya, sifat sperma laki-laki itu kan sangat agresif ya punya kecepatan 40 km/jam, itu yang membuat laki-laki relatif lebih agresif," jelasnya dalam acara e-Life, live di detikcom Jumat (22/1/2021).

Sementara perempuan, menurut Zoya, cenderung lebih pemilih. Pemilih dalam arti menerima orang-orang yang mendekati mereka.

"Sesuai dengan indung telurnya, ya perjalanannya dia dari mulai diproduksi di ovarium, dia keluar ya menjalani tuba falopi, nempel di rahim, dia menunggu, dia menseleksi dari jutaan sperma, memilih satu yang jadi pembuahan, itu yang membuat perempuan cenderung kaya juri, mereka pemilih," lanjutnya.

Jadi wajarkah bila pasangan cenderung nafsuan?

"Ketika Anda sudah mimpi basah, sudah menstruasi, artinya sudah aktif secara seksual," jawab Zoya.

"Kalau dalam term (istilah) psikoseksual adalah mereka yang sudah bisa hamil dan menghamili," lanjutnya.

Namun, hal ini tentu ada batasannya. Menurut Zoya, perlu ada konsensual atau persetujuan masing-masing pasangan untuk sepakat pada batasan aktivitas seksual apa saja yang mau dilakukan.

Lain hal jika pasangan cenderung melakukan pemaksaan, bebas melakukan sesuatu semaunya. Zoya berpesan, kebiasaan ini bahkan bisa lebih buruk saat sudah menikah.

"Pada saat dia belum halal saja dia belum bisa mengelola seksualitasnya, saat dia halal bisa terjadi pemerkosaan dalam rumah tangga," sebut Zoya.

"Jadi pemaksaan-pemaksaan yang ada sebelum pernikahan, itu akan membuat kita lebih chaos lagi saat rumah tangga," pungkasnya.

(naf/up)