Minggu, 28 Feb 2021 21:16 WIB

Bercinta Saat Hamil Bisa Picu Kontraksi Palsu, Ini Tandanya

Yuviniar Ekawati - detikHealth
Front view of happy young couple in pajamas decided to have fun by playing under red blanket during long days of quarantine at home. Kontraksi palsu (Foto: Getty Images/iStockphoto/fotostorm)
Jakarta -

Umumnya, bercinta selama hamil aman bagi kedua pasangan. Bagi yang dapat bercinta atau melakukan seks selama hamil hingga persalinan, terkadang muncul perasaan seperti kontraksi, kondisi ini disebut braxton-hicks atau kontraksi palsu.

Kontraksi palsu dapat terjadi kapan saja tapi sering terjadi pada awal trimester akhir. Kontraksi palsu dapat dialami setelah mengalami orgasme dan hubungan seksual. Dikutip dari healthline, hal ini terjadi karena:

  • Tubuh melepaskan hormon oksitosin saat orgasme yang membuat otot mengalami kontraksi.
  • Semen atau air mani mengandung prostaglandin yang dapat memicu kontraksi pada rahim.
  • Puting perempuan menjadi lebih sensitif selama kehamilan, sehingga saat puting dirangsang saat bercinta, kemungkinan besar akan menstimulasi kontraksi.

Dikutip dari Parents, braxton-hicks membantu tubuh perempuan mempersiapkan persalinan yang sebenarnya. Braxton-hiks membuat tubuh merasakan pengencangan dan pengerasan rahim.

Kondisi tubuh mengalami kontraksi palsu berkisar selama tiga puluh detik hingga dua menit. Kedua pasangan harus mengetahui cara membedakan antara kontraksi palsu dengan kontraksi yang sesungguhnya.

Ini adalah tanda-tanda perempuan hamil mengalami kontraksi palsu, serta perbedaannya dengan kontraksi yang sesungguhnya dikutip dari parents.com:

  • Kontraksi palsu berlangsung tidak teratur, sedangkan kontraksi sesungguhnya memiliki pola yang konsisten.
  • Kontraksi palsu hanya terjadi setiap sepuluh menit atau lebih dari enam kali perjam.
  • Kontraksi palsu tidak akan terjadi semakin intens seiring waktu, sedangkan kontraksi sesungguhnya semakin intens dan rasa sakit semakin kuat.
  • Kontraksi sesungguhnya disertai nyeri atau kram di bagian punggung, panggul, dan perut.
  • Kontraksi sesungguhnya diikuti oleh air ketuban yang pecah.


Simak Video "Selain Bikin Tak Bisa Ereksi, Kebiri Kimia Juga Ancam Nyawa Predator Seksual"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)