Rabu, 17 Mar 2021 05:00 WIB

Biar Cepat Hamil, Lebih 'Tokcer' Bercinta Pagi atau Malam Hari?

Ardela Nabila - detikHealth
Shot of a couple lying under a blanket with hearts scattered on the bed Ilustrasi seks (Foto: Getty Images/PeopleImages)
Jakarta -

Kehamilan merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan pasangan. Namun, tak sedikit pula pasangan yang tak kunjung merasakan momen tersebut. Salah satu penyebab pasangan sulit mendapatkan momongan adalah karena alasan kesuburan.

Di sisi lain, terdapat banyak cara yang bisa dilakukan oleh para pasangan yang tengah menantikan kehadiran sang buah hati agar cepat hamil. Di antara sekian banyaknya cara yang tersedia, salah satu yang mungkin efektif agar pria dapat lebih mudah membuahi wanita adalah melalui morning sex.

Pasalnya, pria diketahui lebih subur di pagi hari. Oleh sebab itu, banyak dokter yang menyarankan bagi para pasangan baru yang ingin segera memiliki anak untuk bangun lebih pagi untuk bercinta. Menurut Dr Daniel Kort, seorang dokter obgyn dan ahli endokrin reproduksi di Neway Feritility, pria cenderung lebih subur pada pagi hari.

"Terdapat situasi di mana terdapat potensi bahwa siklus kesuburan pria lebih tinggi saat bercinta di pagi hari," ujar Kort, dikutip dari laman Fatherly.

Lebih lanjut, terdapat pula sejumlah alasan mengapa morning sex dianggap sebagai waktu terbaik bagi para pasangan yang ingin segera hamil. Disebutkan oleh Kort, salah satu alasannya adalah karena hormon seksual pria berada pada puncak tertinggi pada pagi hari.

Selain itu, para pasangan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk hamil, meskipun wanita memiliki masa ovulasi yang relatif singkat. Umumnya, sperma dapat membuahi sel telur 72 jam setelah seks, sehingga dapat memanfaatkan jendela ovulasi yang luas. Akan tetapi, jika jendela ovulasi tersebut lebih singkat dari 72 jam, maka morning sex merupakan hal yang tepat untuk membuka jendela tersebut sebelum tertutup di malam hari.

"Beberapa wanita akan berovulasi di pagi hari, jadi ini (morning sex) dapat membantu (hamil)," jelas Kort.

Meski begitu, tak ada salahnya bagi pasangan untuk turut mengunjungi dokter. Pasalnya, dokter dapat memberikan pengecekan lebih lanjut terkait kondisi masing-masing pria dan wanita, seperti jumlah sperma dan siklus menstruasi.

Selain morning sex, Kort juga menyarankan bagi para pasangan untuk turut mencoba melakukan hubungan intim di waktu yang bervariasi guna meningkatkan peluang mengalami jendela ovulasi yang lebih kecil.



Simak Video "Mengapa Ibu Hamil di Indonesia Belum Bisa Vaksinasi COVID-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)