Jumat, 26 Mar 2021 21:35 WIB

Ternyata, Gerakan Seperti Ini Bikin Wanita Cepat Orgasme

Ardela Nabila - detikHealth
Shot of a couple lying under a blanket with hearts scattered on the bed Foto: Getty Images/PeopleImages
Jakarta -

Kesulitan orgasme memang sering kali dialami oleh para wanita saat bercinta. Menurut sebuah studi, wanita membutuhkan lebih banyak sentuhan tangan untuk mencapai klimaks pada saat berhubungan intim.

Hanya saja, sentuhan tersebut juga tidak bisa asal-asalan, lho. Terdapat jenis sentuhan, gerakan, dan tekanan bervariasi agar wanita bisa cepat orgasme. Hal tersebut berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Sex and Marital Therapy terhadap 1.000 wanita berusia antara 19-94 tahun.

Penelitian tersebut menemukan bahwa sebanyak 37 persen wanita mengatakan mereka membutuhkan stimulasi klitoris untuk mencapai orgasme. Sementara itu, 36 persen lainnya mengatakan bahwa sentuhan fisik tidak terlalu memiliki pengaruh terhadap orgasme, namun sentuhan fisik memang dapat membuat suasana bercinta menjadi lebih 'nikmat'.

Dikutip dari laman Health, sebanyak dua pertiga dari wanita yang terlibat mengaku mereka lebih menyukai gerakan atas-bawah untuk stimulasi klitoris, sedangkan sebanyak 52 persen menyebutkan mereka menyukai gerakan memutar. Sementara sepertiga lainnya mengaku menyukai gesekan pada posisi berdampingan.

Mayoritas wanita dilaporkan lebih menikmati dorongan atau tekanan saat bercinta secara perlahan atau sedang, dan 11 persen lainnya menikmati dorongan yang intens.

Lebih lanjut, di antara dua pertiga wanita yang mengatakan mereka menyukai stimulasi klitoris langsung, 69 persen mengaku lebih menikmati sentuhan kulit. Setidaknya, sebanyak 29 persen dari sampel menyebutkan mereka menyukai sesi berciuman dan menyukai sentuhan tidak langsung pada klitoris, sedangkan 19,2 persen lainnya memilih sentuhan langsung pada bagian kiri klitoris.

Meski studi tersebut menemukan hal-hal yang bisa membuat wanita lebih cepat orgasme, direktur Center for Sexual Health Promotion di Indiana University dan salah satu peneliti dalam studi tersebut, Debby Herbenick, PhD, mengatakan bahwa pasangan lainnya tentu akan memiliki caranya masing-masing pula.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)