Kamis, 08 Apr 2021 18:30 WIB

Susah Ereksi Sejak Pandemi, Efek COVID-19? Ini Kata Dokter Urologi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Man taking a picture of his penis with a smart-phone. A so-called dick pic Disfungsi ereksi (Foto: iStock)
Jakarta -

Disfungsi ereksi dipicu oleh banyak faktor. Dokter urologi mengungkap adanya kecenderungan kasus disfungsi ereksi meningkat selama pandemi.

"Kesannya sih ada. Ada hubungannya. Jadi pandemi COVID dengan tingkat kejadian atau keluhan disfungsi ereksi itu ada," kata dr Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU dari RS Universitas Indonesia (RSUI), Kamis (8/4/2021).

Secara pasti, mekanisme terjadinya peningkatan risiko disfungsi ereksi akibat COVID-19 belum diketahui pasti. Namun beberapa faktor seperti stres dan kesehatan mental diyakini turut mempengaruhi.

Menurut dr Dyandra, belum ada penelitian yang secara langsung mengungkap hubungan antara COVID-19 dengan disfungsi ereksi. Meski demikian, secara teori memang ada kemungkinan infeksi COVID-19 bisa menyebabkan susah ereksi.

Sebagai contoh, COVID-19 diketahui menyebabkan inflamasi atau peradangan di dalam tubuh. Diketahui pula, inflamasi termasuk salah satu faktor risiko disfungsi ereksi.

"Tapi apakah inflamasi yang dari COVID itu yang menyebabkan disfungsi ereksi, itu yang kita belum tahu," kata dr Dyandra.



Simak Video "Vaginismus Bisa Jadi Pemicu 'Pasangan Gancet'"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)