Rabu, 30 Jun 2021 05:00 WIB

Boleh-boleh Saja Berhubungan Seks Saat Hamil, Tapi Ada Syaratnya

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Woman enjoying pregnancy Foto: Getty Images/damircudic
Jakarta -

Tidak ada yang salah dengan melakukan hubungan seksual ketika sedang hamil. Namun, beberapa pasangan mungkin memilih untuk menahannya karena khawatir akan menyakiti janin.

Hubungan seksual bisa dilakukan seperti biasanya asalkan kondisi kehamilan tidak bermasalah. Perlu diketahui, janin terlindungi oleh plasenta yang sangat kuat di rahim ibu sehingga hubungan seksual tidak akan mengganggu.

Kendati demikian, kamu juga perlu mengetahui batasan-batasan seks yang perlu dijaga berdasarkan umur kehamilan. Mengetahui batasan ini menjadi penting untuk meminimalisir risiko-risiko buruk yang bisa terjadi.

Trimester pertama

Saat memutuskan untuk melakukan hubungan intim di trimester pertama, cek apakah kamu dan pasangan memiliki riwayat susah memiliki keturunan atau tidak.

Ketika berhubungan, kamu harus memastikan tidak ada sperma yang masuk ke rahim. Sebab, sperma mengandung prostaglandin yang bisa merangsang kontraksi pada otot rahim.

Untuk menghindarinya, kamu bisa menggunakan pengaman seperti kondom saat berhubungan.

Trimester kedua

Tak jauh berbeda dengan aturan di trimester pertama, kamu tidak boleh membuang sperma di dalam rahim. Tetapi jika usia kandungan sudah ada di akhir trimester kedua, sperma boleh dikeluarkan di dalam. Dengan catatan, bayi sudah cukup umur untuk lahir jika terjadi kontraksi.

Di masa ini, wanita juga kerap memiliki gairah seksual yang tinggi. Sehingga dorongan untuk melakukan hubungan untuk lebih besar dari biasanya.

Tetapi perlu diperhatikan, saat wanita mencapai orgasme ia harus berhati-hati. Orgasme membuat tubuh menjadi kejang dan ini bisa membuat bayi kaget.

Trimester ketiga

Di masa ini, hubungan seksual sangat bermanfaat untuk kamu yang memilih untuk melahirkan secara normal. Sperma yang dikeluarkan di dalam akan membantu ibu untuk mendapatkan kontraksi.

Namun, di masa ini hormon progesteron akan meningkat. Akibatnya, vagina menjadi kering dan bisa membuat hubungan seksual menjadi sedikit nyeri.

Lalu, kondisi apa saja yang membuat hubungan seksual tidak dianjurkan selama kehamilan?

1. Mengalami plasenta pervia

Plasenta previa adalah kelainan letak plasenta pada kehamilan. Normalnya, plasenta berada di atas, di fundus, bukan di jalan lahir. Namun saat ibu hamil mengalami plasenta previa, posisi plasenta menutupi jalan lahir sehingga tidak bisa melahirkan normal.

Kondisi ini bisa berisiko menyebabkan pendarahan selama kehamilan.

2. Hamil bayi kembar

Ibu yang hamil bayi kembar ssbanrnya tidak dilarang untuk melakukan hubungan seksual. Namun, ibu perlu berhati-hati agar tidak mengalami kontraksi, sehingga bayi lahir lebih cepat dari waktunya.

3. Mengalami keputihan

Keputihan bisa menyebabkan asenden infeksi dari bawah ke atas, yakni dari vagina ke ostium uteri internum. Infeksi yang disebabkan keputihan ini nantinya bisa berbahaya bagi janin.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Syarat Vaksinasi COVID-19 untuk Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)