Tak Cuma Pria, Dokter Ungkap Ciri-ciri Wanita Alami 'Disfungsi Ereksi'

ADVERTISEMENT

Tak Cuma Pria, Dokter Ungkap Ciri-ciri Wanita Alami 'Disfungsi Ereksi'

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 23 Jun 2022 09:45 WIB
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background
Ilustrasi vagina (Foto: iStock)
Jakarta -

Disfungsi ereksi merupakan salah satu masalah yang kerap dialami oleh banyak pria. Konsultan andrologi-urologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr Widi Atmoko SpU(K) menjelaskan bahwa kondisi ini membuat seseorang mengalami ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi demi mencapai aktivitas seksual yang memuaskan.

"Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi guna mencapai aktivitas seksual yang memuaskan," dr Widi saat webinar virtual, Rabu (22/6/2022).

Umumnya kondisi ini dialami oleh pria, namun bisakah wanita mengalaminya?

dr Widi menjelaskan, wanita juga bisa mengalami gangguan seksual seperti pria. Kondisi ini disebut sebagai female sexsual disfungsion atau disfungsi seksual pada wanita. Adapun golongan disfungsi seksual juga mirip-mirip seperti pria, namun wanita lebih mengarah ke sisi gairahnya, masalah nyeri pada saat penetrasi atau disebut vaginismus, dan lainnya.

"Bisa, namanya female sexsual disfungsion," pungkasnya.

"Dia juga golongannya mirip-mirip (seperti pria). Dari sisi kebangkitan gairahnya, nanti ada masalah nyeri pada saat penetrasi, dan juga macam-macam. Jadi ada beberapa golongan seperti seksual pria ada masalah ereksi, ejakulasi, masalah libido. Nah ini sebenarnya mirip-mirip nih, ya tapi mungkin lebih ke arah khususnya masalah nyeri pada perempuan itu vaginismus namanya, nah itu salah satu golongan disfungsi seksual pada wanita," sambungnya lagi.

Oleh karenanya, dr Widi menyarankan apabila mengalami sejumlah tanda-tanda tersebut, sebaiknya dikonsultasikan ke spesialis konsultan female urologi atau kebagian spesialis kebidanan. Hal ini berguna agar pasien bisa mendapatkan pengobatan ataupun perawatan lebih lanjut.

"Sebaiknya dikonsultasikan ke biasanya si ke urologi yang memang spesialis konsultan female urologi atau mungkin kebagian spesialis kebidanan," tutur dr Widi.



Simak Video "Ini Kata Psikolog Forensik Soal Dugaan Kasus 'Colak-colek' Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT