Menelan Cairan Miss V saat Seks Oral, Bakal Seperti Apa Efeknya?

ADVERTISEMENT

Menelan Cairan Miss V saat Seks Oral, Bakal Seperti Apa Efeknya?

Fadilla Namira - detikHealth
Minggu, 08 Jan 2023 22:00 WIB
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background
Ilustrasi cairan vagina (Foto: iStock)
Jakarta -

Tak hanya posisi seks, seks oral juga termasuk salah satu cara agar wanita mendapatkan klimaks yang luar biasa. Ketika klimaks mulai tercapai, wanita umumya mengeluarkan cairan wagina yang disebut air mani.

Sebagian orang menganggap mani yang keluar dari vagina sama dengan sperma, padahal hal itu jelas berbeda. Air mani diproduksi oleh kelenjar skene di uretra (saluran kencing), sedangkan sperma mengandung sel reproduksi yang diolah di testis dengan hormon testosteron.

Menelan air mani sebenarnya tidak memicu efek samping khusus asalkan sang wanita tidak mengidap Penyakit Menular Seksual (PMS) ataupun Infeksi Saluran Kemih (ISK). Sebab, kedua penyakit tersebut utamanya menular lewat cairan kelamin.

Air mani pada wanita sehat umumnya mengandung beberapa komponen, termasuk asam sitrat, asam amino bebas, senyawa mineral, probiotik, elektrolit, protein, seng, lemak, kolesterol, dan vitamin B 12. Namun, vagina yang tidak terjaga kebersihannya bisa menjadi sarang kuman dan bakteri.

Menurut dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Hari Nugroho, SpOG, kuman baik di vagina bisa menjadi kuman tidak baik di rongga mulut. Begitu pun sebaliknya, kuman di mulut yang baik pun bisa menjadi kuman berbahaya apabila tumbuh di vagina.

Jadi, menelan cairan Miss V masih dikatakan aman jika air mani tidak tercampur dengan banyak urine ataupun cairan keputihan akibat infeksi jamur.

Penting untuk mengingat bahwa virus dan bakteri merupakan mikroorganisme yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu, berhati-hatilah bila seseorang mendapati tubuhnya mengalami tanda-tanda penyakit menular, seperti bisul atau luka di mulut dan kelamin.

Selain itu, alergi terhadap air mani bisa muncul kapan saja tanpa terduga. Kondisi tersebut dinamakan Human Seminal Plasma Hypersensitivity (HSP). Hal ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap protein dalam air mani.

Guna memastikan aktivitas seksual yang dilakukan aman, lakukanlah tips berikut ini, khususnya bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit menular:

  • Pastikan cairan vagina tidak berwarna putih pekat atau kekuningan dan berbau karena kebanyakan bentuk ini pertanda infeksi jamur.
  • Menjalani tes Infeksi Menular Seksual (IMS) dengan konsisten setidaknya setahun sekali atau setelah berhubungan seks dengan pasangan baru.
  • Air mani wanita bersifat asam. Jadi, makan terlalu banyak menelan mani berpotensi menyebabkan sakit perut atau masalah pencernaan lainnya.
  • Komunikasi yang terbuka dan jujur dengan pasangan sebelum berhubungan seks.
  • Hindari bergonta-ganti pasangan.
  • Siapkan selalu pelindung (kondom).


Simak Video "Indonesia Catat 11 Ribu Kasus Baru Kanker pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT