Mengenal Squirting, Orgasme 'Heboh' yang Dialami Wanita saat Bercinta

ADVERTISEMENT

Mengenal Squirting, Orgasme 'Heboh' yang Dialami Wanita saat Bercinta

Celine Kurnia - detikHealth
Sabtu, 21 Jan 2023 19:02 WIB
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background
Ilustrasi vagina (Foto: iStock)
Jakarta -

Ketika bercinta, wanita berharap bisa merasakan puncak kenikmatan bersama pasangan. Pada titik ini, sebagian wanita mungkin sampai mengeluarkan cairan bening yang tidak kental. Fenomena ini disebut sebagai squirting.

Dikutip dari Insider, squirting terjadi sebagai respon wanita terhadap kenikmatan yang didapat. Namun, tidak semua wanita bisa mengalami squirting. Squirting berbeda dengan cairan bening yang keluar dari vagina saat wanita terangsang.

Penelitian menunjukkan cairan yang disemprotkan tersebut berasal dari kandung kemih. Ketika disemprotkan, cairan squirting tidak berbau dan dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah orgasme. Squirting berhubungan dengan kelenjar spons uretra yang tertanam di dinding vagina. Kelenjar yang disebut skene ini merupakan bagian dari proses buang air kecil.

Penelitian yang dilakukan pakar seks Dr Zlatko Pastor pada 2013 memperkirakan sebanyak 10-54 persen wanita memiliki kemampuan squirting. Penelitian lain menunjukkan adanya zat kimia dalam cairan squirt yang juga terdapat dalam urine. Selain itu, ditemukan pula antigen spesifik prostat (PSA) dalam cairan tersebut. PSA adalah zat kimia yang ditemukan dalam air mani yang menyebabkan beberapa peneliti menyebut squirting sebagai 'ejakulasi wanita.' Namun, peneliti seks dari Kinsey Institute Justin Lehmiller mengatakan squirting dan ejakulasi wanita adalah dua proses tubuh yang berbeda.

Beberapa peneliti menulis wanita mungkin secara tidak sengaja mengeluarkan urine dalam jumlah kecil saat berhubungan intim yang bercampur dengan cairan vagina. Menurut peneliti seks Universitas New York Zhana Vrangalova, jumlah urine yang disemprotkan bergantung kepada tingkat hidrasi dan waktu wanita tersebut terakhir buang air kecil.

Dikutip dari BBC, wanita yang mengalami squirting mengatakan mereka memerlukan bantuan pasangan untuk merangsang G-spot terlebih dahulu sekitar 5-8 cm di dalam vagina. Mainan seks juga dapat membantu wanita mengalami squirting saat 'bermain' sendirian.

"Jika saya terus menggunakan vibrator setelah saya mencapai klimaks, itu bisa membuat saya squirt. Ini adalah sensasi yang intens, hampir luar biasa. Saya harus mendorong melalui apa yang terasa seperti dorongan untuk buang air kecil," ungkap Daphne kepada BBC.



Simak Video "Mengenal Teknologi Chip 'Vagina': Fungsi hingga Cara Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT