Rabu, 13 Apr 2016 10:11 WIB

True Story

Ini Adi, Penyandang Down Syndrome yang Kini Jadi Mahasiswa IPB

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Firdaus Anwar Foto: Firdaus Anwar
Jakarta - Ferdhi Ramadhan (21) yang akrab disapa Adi, warga Kampung Sumur, Klender, Jakarta Timur, adalah penyandang down syndrome karena ada kelainan genetik. Hal ini membuat Adi memiliki IQ di bawah rata-rata dan alami masalah kesulitan belajar.

Namun demikian bukan berarti Adi tak bisa melakukan apa-apa. Sang ibu, Ernim Ilyas (59), bercerita bahwa semangat Adi untuk belajar tinggi dan bahkan dari usia sembilan tahun dirinya aktif mengikuti latihan olahraga di bawah bimbingan Special Olympics Indonesia (SOIna) sambil tetap mengenyam pendidikan.

Meski perjalan hidup tak 'semulus' seperti orang pada umumnya, Adi membuktikan dirinya mampu. Pada tahun 2015 lalu ia berhasil menamatkan pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Karya Insani dan tak berhenti di situ ia juga berhasil meraih beasiswa dari Kementerian Sosial untuk lanjut kuliah.

Adi juga merupakan atlit paralimpiade (Foto: Firdaus Anwar)

Baca juga: Bisa Dilatih & Mandiri, Anak dengan Down Syndrome Tak Perlu Disembunyikan

"Pas Adi lulus sekolah (SMA -red) itu suatu kebanggaan banget. Tapi setelah itu kita kepikiran si Adi mau di bawa ke mana. Eh namanya Allah Maha Kuasa, Adi baru lulus SMA ada pengumuman di tempat latihannya kalau ada program beasiswa dari Kementerian Sosial," ujar Ernim kepada detikHealth ketika ditemui di kediamannya, Selasa (12/4/2016).

Berbagai tes sebagai persyaratan masuk perguruan tinggi pun diikuti oleh Adi. Jurusan yang menjadi pilihannya adalah program diploma Jaminan Mutu Pangan (JMP) di Institut Pertanian Bogor.

"Pas tes tertulis saya khawatir juga. Saya nungguin di luar ruangan. Ada satu anak selesai tes keluar, saya mikir 'kok anak saya nggak keluar-keluar ya? Bisa nggak ya dia?' Akhirnya dia keluar juga dan saya agak lega karena berarti anak saya masih ngerti kan. Terus ikut tes wawancara, lulus, dan akhirnya diterima," kenang Ernim.

Kini Adi sudah masuk semester 2 di program perkuliahannya. Menurut Ernim untuk masalah pelajaran teori memang Adi sedikit kesulitan tapi hal itu tertutupi oleh kemampuan praktiknya yang baik.

Adi memperlihatkan sejumlah medali olahraga yang diraihnya. (Foto: Firdaus Anwar)

"Adi sekarang bisa bikin sirop. Bisa bikin selai nanas," pungkas Adi.

Ke depannya bila nanti sudah lulus, Adi mengaku punya keinginan untuk membuat produk-produk makanan sendiri yang dijual di warung keluarga. Sejak dulu dirinya memang menyukai hal-hal yang berbau kuliner. Tetap semangat ya Adi!

Baca juga: Harapan di Hari Down Syndrome 21 Maret: 'Berikan Lebih Banyak Kesempatan'


(fds/vit)