Bintang yang lahir di RS DKT Solo 11 Februari 2010 meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Bintang meninggal karena infeksi di paru-paru.
"Infeksi paru-paru yang membuat Bintang wafat," kata Feri, ayah Bintang yang ditemui detikHealth di kamar jenazah RSCM, Rabu malam (26/5/2010). Keluarga, kerabat dan para donatur tampak datang melayat Bintang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bintang adalah bayi yang lahir dengan kelainan multiple anomali. Bayi tersebut sempat dirawat di RS Kasih Ibu, Solo sebelum akhirnya dibawa ke RSCM. Penyebab kelainan multiple anomali ini kemungkinan terkena infeksi sejak dalam kandungan sehingga mengalami kelainan genetik.
Dr. Amir Thayib, Sp.B.A. yang menanganinya mengatakan, Bintang mengalami ekstrofia kloaka. Anus menyatu dengan saluran kencing dan genital, serta tidak tertutup oleh kulit.
Tim dokter RSCM melakukan operasi pertama pada 14 April 2010, dan berhasil membuat anus buatan. Operasi kedua dilakukan pada 6 Mei dengan menutup usus terburainya yang dimasukkan ke tubuhnya.
Kondisi Bintang memang mudah drop, kadang mengalami panas hingga 39 derajat celsius dan beberapa kali harus dilakukan transfusi darah. Bintang rentan infeksi dan gampang terkena bakteri karena dinding perut yang terbuka.
(ir/ir)











































