Korban Kanker Hati, Dahlan Iskan Ingatkan Pentingnya Vaksin Hepatitis

Korban Kanker Hati, Dahlan Iskan Ingatkan Pentingnya Vaksin Hepatitis

- detikHealth
Kamis, 28 Jul 2011 11:42 WIB
Korban Kanker Hati, Dahlan Iskan Ingatkan Pentingnya Vaksin Hepatitis
Jakarta - Dirut PLN Dahlan Iskan adalah saksi hidup bagaimana kejamnya hepatitis dan kanker hati menggerogoti tubuhnya. Sebelum terlambat Dahlan ingatkan pentingnya vaksinasi hepatitis.

Hampir 4 tahun yang lalu tepatnya 6 Agustus 2007, Dirut PLN Dahlan Iskan harus menjalani transplantasi hati karena menderita kanker hati yang berawal dari hepatitis B yang terlambat diobati. Kini dengan hati barunya, ia mau tidak mau harus menjalani minum obat tiap hari.

Kisah perjuangan melawan kanker hati dan hidup dengan hati barunya diceritakan bos PLN ini dalam testimoni pasien hepatitis dalam acara memperingati Hari Hepatitis Sedunia di Gedung Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta, Kamis (28/7/2011).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu waktu masih kecil saya sering minum air dari sungai, makan sembarangan dengan kobokan dan piring yang sama. Saya menyadari kelak akan berdampak," ujar Direktur Utama PLN Dahlan Iskan.

Dahlan mengatakan terpaksa menjalani operasi transplantasi hati karena menderita kanker hati. Ada dua kanker yang menggerogoti hatinya, salah satunya berukuran 6 cm dan lainnya 2 cm.

"Saya terpaksa harus operasi ganti hati gara-gara hepatitis. Karena terlambat sekali tahu kena hepatitis dan sudah terlanjur jadi kanker. Tidak ada jalan lain kecuali transplantasi," lanjut Dahlan.

Selama bertahun-tahun, kanker hati menzalimi tubuhnya. Akibatnya fatal. Kekebalan tubuhnya kian menurun. Sampai terjadilah kekhawatiran itu, virus hepatitis B telah merusak hatinya dan nyawanya terancam.

Tak ada pilihan. Empat tahun lalu, 6 Agustus 2007, Dahlan Iskan menjalani operasi transplantasi hati. Dahlan yang saat itu masih menjabat CEO Jawa Pos memilih Tianjin First Center Hospital, China, untuk tempat melakukan operasi transplantasi alias cangkok hati.

Operasi yang membuat tubuh Dahlan harus dibius selama 18 jam itu sukses dan fungsi hatinya perlahan membaik. Dahlan Iskan bisa kembali aktif tapi tak lantas membuatnya sehat seketika.

Apalagi menjadi Dirut PLN sudah pasti membuat pekerjaannya makin bertumpuk. Perjalanan jauh ke daerah pedalaman, bahkan berkeliling negeri, serta rapat berjam-jam menjadi rutinitasnya. Nyatanya, ia masih terlihat bugar.

"Sekarang saya sehari harus rutin minum obat 2 kali, jam 5 pagi dan 5 sore. 2 jam sebelumnya dan 1 jam sebelumnya tidak boleh makan apapun kecuali air putih," jelas Dahlan.

Kini Dahlan harus minum obat seumur hidup. Banyak temannya yang mengatakan cukup berat untuk menjalani pengobatan dan minum obat seumur hidup, tapi baginya minum obat adalah seperti makan nasi.

"Saya pikir kan kita juga makan nasi seumur hidup, jadi sama saja," lanjutnya.

Setiap 2 minggu, Dahlan harus rutin melakukan periksa darah. Dan setiap 10 hari ia juga harus melakukan imunisasi untuk menjaga derajat tertentu dihatinya tetap normal.

"Sekarang tiap hari ada yang konsultasi hepatitis dengan saya, kadang sampai 10 orang. Tapi karena sudah komitmen saya jadi saya tetap melakoninya," ujar Dahlan.

Selain minum obat dan pemeriksaan rutin, Dahlan juga mengatakan harus menghindari makanan yang membuat hatinya bekerja keras.

"Yang dipantang itu yang membuat organ liver bekerja keras, seperti alkohol, makanan berpengawet, vetsin, pewarna, makanan yang dibakar, arangnya itu harus dibuang, lalu makanan berlemak juga. Liver kan ibarat dapurnya yang buat masak, kalau dapurnya rusak jadi nggak bisa kerja keras," tutur ayah dua anak ini.

Saat ini, obat hepatitis yang ada masih cukup mahal. Dahlan berpesan, vaksinasi adalah cara yang paling murah dan mudah untuk mencegah tertularnya virus hepatitis, terutama pada bayi yang baru lahir.

"Ada 1 obat hepatitis yang baru ada di New York. Satu pil harganya Rp 120 ribu dan sehari harus makan 6 pil. Kalau saya baca literaturnya memang akan langsung beroperasi pada DNA virusnya. Tapi tetap saja vaksinasi adalah cara yang paling murah," tutur Dahlan.

(mer/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads