Begitulah awal kejadian terdeteksinya kanker payudara stadium 3 yang dialami Jill Jones (41 tahun) pada 4 tahun lalu di tahun 2007. Ia menganggap putrinya yang kini berusia 5 tahun itu sebagai penyelamat hidupnya.
"Saat itu rasanya benar-benar sakit dan aku menggosoknya untuk meringankan rasa sakit. Tapi kemudian aku menemukan benjolan di samping. Padahal aku belum pernah merasakannya, jadi aku benar-benar terkejut saat menemukan benjolan itu," kata Jill seperti dilansir dari dailymail, Minggu (4/9/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat memeriksakan diri ke dokter, Jill dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lengkap. Jill mengaku saat itu tidak berpikiran buruk dan menganggap sebagai hal yang biasa.
Jill lalu melakukan tes mammogram dan biopsi di rumah sakit Great Western di Swindon. Seminggu kemudian dokter menyampaikan kabar buruk bahwa dia menderita kanker payudara agresif stadium 3 dan harus melakukan pengangkatan benjolan sebelum kankernya menyebar ke kelenjar getah bening.
Mendengar vonis itu Jill mengaku terpukul. Bagaimana mungkin di saat usianya saat itu masih muda (37 tahun) ia harus terkena kanker ganas. Apalagi Jill selalu bergaya hidup sehat, rajin ke tempat gym 4 kali seminggu, selalu makan makanan sehat, tidak merokok dan hanya minum alkohol sesekali.
"Aku masih muda dan tidak memiliki riwayat keluarga yang memiliki kanker payudara. Jadi aku tidak bisa mengerti mengapa itu terjadi pada saya," kata Jill.
Jill lalu melakukan operasi mastektomi yang dilanjutkan dengan kemoterapi dan radioterapi. Pengobatan kemoterapi intensif itu selesai pada akhir Desember 2007. Tetapi kemudian pada Desember 2008, tes menunjukkan timbulnya kembali benjolan untuk kedua kalinya sehingga harus melakukan pengobatan lagi.
Tapi sejak operasi yang kedua hingga pemeriksaan terakhir, kanker itu tidak ada tanda-tanda muncul lagi. Namun operasi dan pengobatan yang ia lakukan telah membuatnya mengalami menopause dini. Jill juga tidak bisa lagi memiliki anak seperti yang ia rencanakan untuk memberikan adik buat Amelia.
"Aku merasa beruntung memiliki Amelia, jika Amelia tidak menyikutku saat itu mungkin kanker sudah menyebar dengan cepat. Ketika dia sudah cukup usia aku akan memberitahukan bagaimana dia menyelamatkan hidupku," ungkap Jill yang tinggal di Cricklade, Wiltshire Inggris.
(ir/ir)











































