Untuk melawan penyakitnya, sejak usia 2 tahun Erin harus melakukan kemoterapi. Meski ibunya tahu, anaknya mengalami kemoterapi yang menyakitkan tapi Erin tak cengeng menjalani masa kemoterapinya.
"Dia sangat berani mengingat dia begitu muda dan telah berada di rumah sakit selama lebih dari 5 minggu. Kemoterapi itu sangat intensif. Erin sangat luar biasa, itu kejutan yang besar karena Anda mungkin tidak pernah berpikir kalau itu bukan anak Anda," jelas Lisa Colley (38 tahun), ibunda Erin, seperti dilansir Thesun, Rabu (23/11/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter yang mendiagnosisnya dengan leukemia merawat Erin ke Addenbrookes Hospital, Cambridge Inggris di mana dia mulai menjalani kemoterapi dalam waktu 24 jam.
Ibu Erin yang memiliki tiga orang anak mengatakan, melihat putri kecilnya menjalankan serangkaian kemoterapi merupakan hal yang mengerikan. Ia tidak tega melihat putrinya yang masih balita menjalani kemoterapi yang begitu menyiksa.
"Tapi dia luar biasa, dia menjadi inspirasi bagi kita semua," lanjut Lisa.
Alih-alih bermain dengan dua kakak perempuannya Ellyse (10 tahun) dan Amelia (7 tahun), kehidupan Erin dipenuhi dengan siklus pengobatan yang berkelanjutan, kunjungan ke rumah sakit dan harus menjalani kemoterapi.
Keluarga dan teman-teman Erin sekarang berharap dapat mengumpulkan cukup uang untuk membawanya ke Disneyland Paris setelah beberapa bulan mengalami mimpi buruk kemoterapi.
Erin kini sudah mulai kembali ceria dan bersemangat. Ia sedang dalam masa pemulihan setelah dokter di Addenbrookes Hospital mengatakan ia ada di masa remisi. Erin berharap rambutnya bisa dikepang ketika nanti tumbuh kembali.
"Saya tampak jelek (tanpa rambut) tapi saya lebih baik sekarang," ujar Erin yang sudah bisa bicara jelas ini.
Kini di usianya yang sudah masuk tahun ke-3, Erin si pemberani telah berhasil menaklukkan semua rintangan karena menurut dokter dia telah masuk pada masa remisi.
(mer/ir)











































