13 Kali Salah Diagnosis, Begitu Ketahuan Kanker Usus Parah

13 Kali Salah Diagnosis, Begitu Ketahuan Kanker Usus Parah

- detikHealth
Selasa, 24 Jan 2012 16:11 WIB
13 Kali Salah Diagnosis, Begitu Ketahuan Kanker Usus Parah
Ruth McDonagh (dok. dailymail)
Enfield - Selama dua tahun seorang ibu harus berulang kali ke dokter karena mengeluhkan sakit di bagian perutnya. 13 kali dokter selalu salah mendiangnosisnya, hingga akhirnya ditemukan kanker tahap yang paling parah di usus yang bisa saja membunuhnya.

Catatan medis menunjukkan Ruth McDonagh (46 tahun) sudah 13 kali bolak-balik berkonsultasi dengan dokter umum, namun dokter tak juga bisa menemukan penyebab sakit yang luar biasa di perutnya. Dokter hanya menyuruhnya mandi air hangat dan mengganti menu makanannya.

Ketika sakit yang dirasakannya tak lagi tertahankan hingga ia tak mampu makan, dokter bahkan hanya memberinya resep obat herbal dan mengatakan penyakitnya karena alasan neurotik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi saat didiagnosis pada Januari tahun lalu, dokter akhirnya menemukan tumor ganas (kanker) di ususnya yang telah berkembang ke tahap paling akhir, yang hampir mustahil diobati. Kanker dengan 10 cm bahkan telah menyebar ke bagian tulang belakang dan sangat mungkin membunuhnya.

Satu-satunya harapan adalah dengan operasi yang akan melibatkan pengangkatan tumor dengan bagian dari tulang punggungnya, tapi McDonagh belum mampu menemukan seorang ahli bedah yang mampu melakukannya.

Kesempatannya untuk bertahan hidup sangat rendah dan jika pun ia melakukan operasi, maka ia tidak akan dapat menggunakan bagian bawah tubuhnya.

"Aku tahu gejala kanker usus jadi aku kembali lagi dan lagi, tapi aku tidak bisa mendapatkan siapa pun yang menganggapnya serius. Mereka meremehkannya. Aku merasakan sakit luar biasa seperti itu dan aku tidak bisa makan. Jelas ada sesuatu yang serius dan salah denganku," jelas Ruth McDonagh yang berasal dari Enfield, North London, seperti dilansir Dailymail, Selasa (24/1/2012).

McDonagh pertama kali mengunjungi dokter pada bulan Desember 2008, ketika dia mengeluh karena perdarahan. Dia bertanya kepada dokter apakah itu bisa disebabkan karena kanker usus, tetapi dokter memberitahunya gejala tersebut hanya karena masalah pencernaan.

Selama dua tahun berikutnya, ia mengunjungi dokter lain di Potters Bar dan Enfield sebanyak 12 kali, ia masih mengeluhkan gejala yang sama yaitu kembung dan nyeri perut.

Pada Juni 2009, ia dirujuk ke Chase Farm Hospital untuk melakukan X-ray, yang kemudian ditemukan beberapa kelainan usus. Tapi beberapa hari kemudian, ketika ia mengunjungi dokternya lagi, dia diberitahu untuk melakukan mandi air hangat dan minum cairan hangat. Baru pada diagnosis Januari 2011, dokter menemukan ada kanker di ususnya.

"Dia merasa sangat kuat untuk membawa gejala kunci agar menjadi perhatian bagi para profesional medis. Pada saat ia didiagnosis (kanker usus), banyak perawatan tidak lagi tersedia baginya," jelas Iona Millais, pengacara di Russell Jones and Walker.

Karena belum menemukan dokter yang sanggup membantunya, McDonagh telah meluncurkan sebuah situs web, www.helpruthie.co.uk, untuk mengumpulkan dana dan mencari dokter yang mau sukarelawan melakukan operasi yang dapat menyelamatkannya.

"Kalau bukan untuk anakku, aku mungkin menyerah, tapi aku harus terus berjuang demi dirinya," tegas McDonagh.

Bila tak bisa sembuh, yang paling dikhawatirkan McDonagh adalah putranya Brandon yang baru berusia 11 tahun. Ia sudah menginstruksikan pengacara untuk mengkompilasi klaim kompensasi terhadap NHS untuk membantu merawat putranya kelak.

"Siapa yang akan merawat anakku kalau aku pergi? Ini mengerikan baginya. Dia mengalami mimpi buruk dan bahkan menulis ke Santa untuk memintaku sembuh. Ini memilukan," lanjut McDonagh.






(mer/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads