Calon Pengantin Dilarang Ciuman Karena Alergi Air

Calon Pengantin Dilarang Ciuman Karena Alergi Air

- detikHealth
Selasa, 14 Feb 2012 18:01 WIB
Calon Pengantin Dilarang Ciuman Karena Alergi Air
Rachel Prince (dok. dailymail)
Derbyshire, Inggris - Rachel Prince, perempuan 24 tahun menderita penyakit langka aquagenic urticaria yang menyebabkan kulitnya mengalami kondisi mengerikan jika terkena air. Alergi ini membuatnya tidak boleh berenang, mandi, bahkan minum segelas air dingin saja tenggorokannya akan membengkak.

Masalah lain muncul, karena Rachel akan menikah dengan Lee Warwick. "Jika Lee mencium pipi saya, saya harus segera membersihkan sebelum muncul reaksi. Sedikit menyedihkan memang, tapi Lee berusaha menunjukkan kasih sayang dengan cara lain dan membelikan saya sedikit hadiah," kata Rachel.

Karena alergi ini pula maka Rachel tidak diperbolehkan mencuci piring. Padahal, Rachel mengaku ingin punya anak suatu hari nanti. Tapi hal itu harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena ia tidak akan dapat mengurus semua cucian dan membersihkan perkakas. Apalagi, ada kemungkinan penyakit Rachel ini bisa diturunkan kepada anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rachel juga tidak bekerja karena sindrom cubital tunnel yang mempengaruhi kedua tangannya. Sindrom cubital tunnel terjadi ketika saraf terganggu dan menyampaikan sensasi dan menyebabkan sensasi kesemutan.

Rachel bertemu Warwick secara online sepuluh tahun yang lalu dan mereka resmi berpacaran tepat pada hari Valentine tahun 2007. Hari Valentine juga memiliki makna khusus bagi pasangan ini karena Warwick melamar Rachel tepat di hari valentine di kastil Codnor, di dekat rumahnya.

Pasangan ini akan segera melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Namun pesta pernikahan mereka nampaknya akan sedikit berbeda dengan pesta pernikahan pada umumnya. Sebab ketika pengantin pria diminta untuk mencium pengantin wanita, pengantin pria hanya akan mencium dengan sangat sekejap saja.

"Kadang-kadang ketika melihatnya saya benar-benar ingin menciumnya, tapi saya tidak bisa. Saya terkadang sedikit kesal karena harus melakukan sebagian besar pekerjaan rumah tangga, jadi saya pada dasarnya adalah budak Rachel, dan saya bahkan tidak mendapatkan ciuman karena usaha saya itu. Tapi saya tidak keberatan, dia layak mendapatkannya," kata Warwick, 26 tahun.

Rachel juga alergi terhadap air liur, keringat, air mata, dan darahnya sendiri. Bahkan terkena kelembaban sebentar saja akan membuat kulitnya ruam, merah, dan gatal-gatal. Rachel pertama kali mengalami alergi pada usia 12 tahun dan semakin memburuk secara bertahap beberapa tahun setelah itu.

"Saat saya semakin tua, saya segera mengalami ruam setelah kulit tersentuh air air. Rasanya seperti terbakar dan terasa gatal. Gejalanya juga terjadi di wajah, dada, lengan dan baru-baru ini di kaki saya juga. Dulu saya suka berenang dan saya belajar bagaimana berenang di laut. Tapi saya bahkan tidak bisa melakukannya saat ini," imbuh Rachel seperti dilansir DailyMail, Selasa (14/2/2012).

Karena kondisinya yang amat jarang, Rachel sering mendapat reaksi aneh dari orang-orang yang baru pertama kali mendengar dia alergi terhadap air. Dan kemudian biasanya ia akan dibombardir dengan pertanyaan konyol dari orang-orang yang ingin tahu tentang alergi.

"Saya membawa payung kemana-mana dan melihat kemungkinan akankah terjadi hujan. Hal lain yang banyak ditanyakan adalah bagaimana bisa saya alergi terhadap air ketika tubuh saya juga mengandung banyak air di dalamnya. Saya tidak tahu, tapi yang saya tahu adalah saya alergi terhadap keringat dan air mata, bahkan darah saya sendiri," kata Rachel.






(pah/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads