Narkolepsi Parah, Bisa Tidur Mendadak 25 Kali Sehari

Narkolepsi Parah, Bisa Tidur Mendadak 25 Kali Sehari

- detikHealth
Kamis, 16 Feb 2012 13:23 WIB
Narkolepsi Parah, Bisa Tidur Mendadak 25 Kali Sehari
Reece Williams (dok. dailymail)
Birmingham - Seorang bocah laki-laki yang menderita narkolepsi (gangguan serangan tidur mendadak) parah bisa tidur sampai 23 jam sehari. Ia bahkan tak bisa melakukan aktivitas seperti menendang bola karena bisa tiba-tiba tertidur lebih dari 25 kali sehari.

Karena menderita narkolepsi parah, Reece Williams (7 tahun) tidak bisa menendang bola tanpa mengalami serangan gangguan tidur yang membuatnya tidur secara tiba-tiba.

Reece mulai menunjukkan gejala narkolepsi saat masih berusia 5 tahun. Ia juga menunjukkan gejala cataplexy, yaitu melemahnya otot secara tiba-tiba. Kondisinya pun semakin buruk dari waktu ke waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Reece berubah dari seorang anak yang penuh kasih menjadi anak yang pemurung dan agresif. Dia sering terjatuh seperti terbentur suatu benda. Kadang-kadang itu mengenai kepalanya, saya khawatir dia sakit," jelas Chantelle Burrows, ibundanya yang tinggal di Birmingham, seperti dilansir Dailymail, Kamis (16/2/2012).

Meski sudah menyuruh Reece tidur lebih awal, namun kondisinya semakin memburuk. Ia juga sering tertidur di kelas, bahkan tak bisa membuka matanya untuk makan. Ia tampak lelah sepanjang waktu.

Orangtuanya kemudian membawa Reece ke A & E at Birmingham Children's Hospital. Dokter menguji segala macam, termasuk meningitis dan leukemia. Ia juga menjalani pemeriksaan lumbar punctures, MRI scan dan EEG (Elektroensephalogram, untuk mendeteksi aktivitas listrik di otak).

Dokter khawatir ia mengalami encephalitis lethargica atau 'penyakit mengantuk' yang menyerang otak dan membuat penderitanya seperti kondisi patung, terdiam dan tak bergerak.

Namun setelah diberi dosis tinggi steroid yang menyebabkan berat badannya bertambah dan menghabiskan sebulan di rumah sakit, pengobatan ternyata tidak berhasil dan kondisinya justru semakin memburuk.

Petugas medis baru bisa menemukan diagnosis yang tepat setelah ayahnya ikut mendokumentasikan kegiatan Reece dan memutarnya berulang kali. Reece didiagnosa dengan narkolepsi dan cataplexy, melemahnya tiba-tiba otot-otot yang dipicu oleh emosi yang kuat seperti kegembiraan, tawa atau marah.

Dokter mencoba mengobati kondisi Reece dengan dosis obat tinggi yang berbeda, tapi tidak berhasil. Dan sejak itu, ia menggukan Xyrem, yang digunakan untuk mengurangi kantuk di siang hari dan serangan cataplexy.

Narkolepsi adalah serangan tidur mendadak yang serangannya bisa datang kapan dan dimana pun tanpa bisa dilawan si penderitanya.

Meski sudah cukup tidur panjang di malam hari, penderita narkolepsi akan sering terkena serangan tidur di siang hari. Berat sekali bagi penderita narkolepsi untuk membuat tubuh terus terjaga.

Lama serangan tidur ini bervariasi ada yang hanya 10 menit tapi ada juga yang hingga 4 jam. Narkolepsi ini diduga akibat adanya kelainan autoimun (sistem kekebalan tubuh). Sekitar tigaperempat penderita narkolepsi berada pada kondisi emosional yang memicu tubuhnya mengalami kelumpuhan otot.




(mer/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads