Meski gaya hidupnya sehat ia terkena kanker testis yang hampir saja membuatnya kehilangan kesempatan untuk memiliki anak.
Steve Parry (36 tahun) tidak pernah mengira bahwa dirinya bisa terkena kanker serviks hanya beberapa waktu setelah ia menikah dengan Thea.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kemudian ia menemukan benjolan di buah zakarnya dan sang istri Thea bersikeras meminta Steve untuk berkonsultasi dengan dokter ketika mereka sudah kembali dari bulan madu.
"Saya telah menghabiskan seluruh hidup dengan menggunakan celana renang, tapi saya tidak pernah berpikir ke dokter untuk diperiksa. Karena itu saya berterimakasih pada istri yang menyuruh periksa sehingga kanker testis ditemukan lebih awal," ujar Steve, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Rabu (28/3/2012).
Steve menuturkan hal pertama yang terlintas di benaknya ketika didiagnosis kanker testis adalah bagaimana dengan anak. Hal ini karena ia baru saja menikah dan sangat tertarik untuk langsung membangun keluarga dan memiliki anak.
Namun berita ini sangat sulit diterima Thea, karena ia telah kehilangan adiknya Maxine akibat kanker pada tahun 2005 yang meninggal hanya 6 minggu setelah didiagnosis dan saat itu Maxine pun baru saja menikah.
Untuk itu Steve berusaha terus mengikuti apa yang dikatakan oleh dokter. Ia akhirnya melakukan pembedahan untuk mengangkat salah satu testisnya yang terkena kanker. Ia pun tidak perlu melakukan kemoterapi karena kankernya masih dini tapi harus rutin melakukan scan dan tes darah serta menunggu 2 tahun sebelum mencoba untuk punya anak.
"Setelah 18 bulan, pada April 2011 semua hasil tes saya baik-baik saja dan kami berpikir sudah waktunya untuk memiliki anak. Dalam waktu 6 minggu Thea berhasil hamil," ungkapnya.
Selama kehamilan semuanya berjalan dengan baik dan lancar hingga akhirnya putri kecil yang diberi nama Ava lahir pada tanggal 17 Januari 2012. Steve pun tidak bisa menutupi rasa senangnya dan ia telah berhasil mengalahkan kanker testis.
"Ini jauh lebih baik daripada yang saya pikirkan sebelumnya. Cinta yang saya miliki untuk Ava adalah sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saya merasa bangga, sukacita dan mimpi buruk itu sudah berakhir," ujar Steve.











































