Lucy Smith (9 tahun) asal Oxted di Surrey, Inggris, memutuskan untuk memotong rambut keritingnya yang panjang bahkan hingga dibotaki untuk menunjukkan keseriusannya membantu pasien kanker anak.
Sebelum membotaki kepalanya, Lucy harus mendapatkan izin dari sekolah karena biasanya rambut pendek seperti itu tidak diperbolehkan di dalam kelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video tersebut tampak teman-teman dan adiknya cekikikan melihat ibunda Lucy memotong rambut panjangnya yang diikat ekor kuda. Setelah dipotong, sang ibu pun menggunakan alat cukur khusus untuk membotaki kepala Lucy.
Lucy telah menyumbangkan rambutnya pada Little Princess Trust, yang menyediakan wig rambut asli untuk anak-anak yang menderita kerontokan rambut karena pengobatan kanker. Tak hanya itu, Lucy juga mengumpulkan uang untuk penelitian kanker.
"Banyak orang melakukan hal-hal seperti memanggang kue untuk mencari sponsor. Saya ingin melakukan sesuatu yang sedikit berbeda, jadi saya memutuskan mencukur rambut saya. Ini akan membuat orang melihat seberapa serius saya dalam mengumpulkan uang sebanyak mungkin," jelas Lucy Smith, seperti dilansir Dailymail, Senin (9/4/2012).
Sejauh ini, Lucy telah mengumpulkan dana lebih dari 1.000 poundsterling atau sekitar Rp 14,5 juta. Jika dana yang terkumpul bisa menjadi 2.000 poundsterling, kakaknya Ellie juga berjanji akan mengikuti jejak Lucy.
"Lucy adalah anak yang pemalu, ia adalah orang yang tidak pernah mengangkat tangannya di dalam kelas. Jadi ini adalah hal yang besar baginya. Saya sangat tersentuh dengan yang dilakukannya. Ini membuatku menangis, saya sangat bangga dengan Lucy," ujar ibunda Lucy, Sue Bradshaw-Smithis.
Selain Lucy, ada pula Olivia Pickup (8 tahun) asal Shepperton di Surrey. Ia rela memotong rambutnya yang piran dan panjang demi membantu pasien kanker.
Berbeda dengan Lucy, Olivia melakukan hal ini karena alasan yang sangat pribadi, yaitu karena ayahnya, Mark, telah berjuang melawan kanker usus selama hampir 4 tahun.
"Setiap gadis kecil suka memiliki rambut cantik. Saya pikir akan mengerikan jika anak tidak sehat dan harus kehilangan semua rambutnya," ujar Olivia.
(mer/ir)










































