Terdeteksi Mengalami Kelainan Otak Langka Lewat Facebook

Terdeteksi Mengalami Kelainan Otak Langka Lewat Facebook

- detikHealth
Jumat, 11 Mei 2012 11:04 WIB
Terdeteksi Mengalami Kelainan Otak Langka Lewat Facebook
Charlotte dan George (dok. dailymail)
Fazakerley, Liverpool - Facebook biasanya hanya dijadikan sarana untuk menjalin komunikasi atau berkenalan dengan teman-teman baru, namun tidak bagi seorang ibu. Berkat memasang foto putranya yang masih bayi di Facebook, sang ibu diberitahu oleh orang asing bahwa putranya mengalami kelainan otak

Charlotte Dent (22 tahun) menemukan bahwa putranya George yang baru berusia 6 bulan menderita kondisi langka Trigonocephaly berkat seorang wanita yang putranya juga memiliki kondisi serupa, setelah melihat tanda-tanda pada foto profil di Facebook Charlotte.

Wanita tersebut melihat spot panjang di dahi George, yang merupakan tanda bahwa ia mengalami kelainan otak Trigonocephaly. Kondisi ini sangat serius, karena bila tidak dilakukan operasi dalam waktu 1 tahun dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anak saya berusia 6 bulan dan saya menemukan bahwa ia memiliki sesuatu yang sangat langka. Semua dokter saya sudah melihat tanda ini tapi tidak ada yang tahu. Ini diberitahu oleh seorang ibu yang anaknya memiliki kondisi yang sama. Jika ia tidak menghubungi saya, bisa saja putraku berakhir dengan kerusakan otak parah," jelas Charlotte Dent, yang tinggal bersama suaminya di Fazakerley, Liverpool, seperti dilansir Dailymail, Jumat (11/5/2012).

Ketika George lahir, Charlotte melihat bahwa ia memiliki bentuk kepala yang berbeda, tetapi ia sudah diperiksa dan hasilnya semua baik-baik saja.

Setelah mendapatkan peringatan lewat rekannya di Facebook, ia pun menghubungi dokter spesialis di Alder Hey dan menerima diagnosis pada hari yang sama.

Kondisi langka Trigonocephaly ini disebabkan ketika bagian depan tulang tengkorak bergabung sehingga menghasilkan kepala berbentuk seperti haluan kapal.

Charlotte mengatakan jika kondisi ini terjadi tanpa disadaridan tidak segera ditangani dapat menyebabkan kebutaan, kesulitan belajar berat dan pada kasus terburuk bahkan menyebabkan kematian.

"Ketika ia didiagnosis saya benar-benar hancur, tidak hanya karena diagnosisnya, tetapi ia akan membutuhkan operasi besar pada usia 1 tahun yang akan meninggalkan bekas luka dari telinga ke telinga yang akan membekas seumur hidup," ujar Charlotte.

Trigonocephaly adalah perpaduan dari dua bagian depan tulang tengkorak, juga dikenal sebagai metopic suture.

Metopic suture terjadi dari atas kepala, di tempat ubun-ubun atau bagian lunak, di tengah-tengah dahi ke hidung. Ini adalah satu-satunya bagian dari tengkorak yang mulai menutup pada masa bayi.

Dalam kasus Trigonocephaly, spot gundukan dapat terlihat memanjang di tengah dahi dan ubun-ubun biasanya tertutup. Anak-anak dengan Trigonocephaly akan memiliki dahi yang terlihat sempit dan mata anak sering berjarak lebih dekat daripada yang normal. Dahi akan memiliki bentuk segitiga, seperti haluan perahu.

Trigonocephaly mempengaruhi antara 1 dari 2.500 hingga 1 dari 3.500 bayi. Ini menyebabkan sulit untuk mendiagnosa kondisi karena variasi dalam tingkat keparahan.

Tidak diketahui jelas apa yang menyebabkan Trigonocephaly. Namun, anak-anak dari ibu yang telah mengonsumi asam valproik untuk mengatasi kejang bisa lebih berisiko.




(mer/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads