Mark si Pasien Stroke yang Belajar Jalan dan Bicara dari Bayinya

Mark si Pasien Stroke yang Belajar Jalan dan Bicara dari Bayinya

- detikHealth
Kamis, 19 Jul 2012 11:36 WIB
Mark si Pasien Stroke yang Belajar Jalan dan Bicara dari Bayinya
Mark & Lola (dok: Dailymail)
Jakarta - Usia Mark Ellis baru 22 tahun ketika ia terkena stroke dan locked in syndrome, yaitu kondisi mengerikan yang mana tubuhnya lumpuh dan hanya bagian otak yang bisa berfungsi atau waspada.

Sejak terkena stroke dan locked in syndrome itu, Mark hanya bisa menggerakkan mata. Kondisi ini dialaminya sejak Agustus 20120.

Saat ia kena stroke dan locked in syndrome, Mark baru 2 minggu sebelumnya tengah bergembira karena merayakan kelahiran anak pertamnya dari istrinya Amy (32 tahun).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dunia Mark pun langsung berubah 180 derajat. Penyakit itu membuatnya sama sekali tidak berdaya dan hanya bisa berkomunikasi dengan orang lain melalui gerakan mata. Padahal sebelumnya Mark adalah seorang pemuda yang fit dan sehat.

Setelah 8 bulan dirawat di rumah sakit, Mark pun akhirnya dperbolehkan meninggalkan rumah sakit dan diminta untuk belajar berbicara, bergerak dan berjalan lagi.

Ajaibnya Mark melakukan itu berkat meniru perilaku bayi perempuannya yang bernama Lily-Rose (Lola).

"Sangat menakjubkan bahwa mereka telah belajar bersama untuk melakukan sesuatu dan sekarang Mark bisa berbicara dan berjalan," ujar Amy, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (19/7/2012).

Amy menuturkan Mark pun berhasil mengambil langkah pertamanya sekitar 1-2 minggu setelah Lola. Keduanya menggunakan mainan, buku, berbagai permainan dan iPad bersama untuk belajar melakukan sesuatu dan berkomunikasi.

"Awalnya dokter mengungkapkan bahwa sulit bagi Mark untuk bertahan hidup, tapi masa muda dan kekuatan mentalnya telah membantu ia melalui masa-masa sulit tersebut dan bertahan," ungkapnya.

Amy menceritakan sebelum terkena stroke, Mark yang tinggal di Clay Cross, Derbyshire memang mengeluh mengalami migren. Ia pun mengunjungi Chesterfield Royal Hospital A&E lalu diberikan paracetamol dan pulang ke rumah.

Tapi beberapa hari kemudian kondisinya makin memburuk dan Mark pun segera dilarikan ke rumah sakit Sheffield Hallamshire Hospital. Setelah melakukan pemeriksaan scan MRI diketahui bahwa Mark mengalami stroke.

"Hal ini begitu sulit diterima dan Lola-Rose baru berusia 2 minggu saat stroke terjadi. Dia masih muda dan sehat, tidak pernah merokok, tidak minum obat sembarangan dan tidak minum secara berlebihan sehingga sulit memahami mengapa dan bagaimna ini bisa terjadi," ujar Amy.

Dokter menemukan ada gumpalan darah di batang otak Mark sehingga ada kemungkinan jika ia tersadar nanti tidak akan bisa berjalan atau berbicara lagi. Namun secara mengejutkan Mark bisa berhasil bangun dari kondisi komanya.

Ia membuat keluarga dan para staf medis kagum karena setelah melakukan fisioterapi yang intens ia dapat berhasil duduk dan makan sendiri. Pada saat yang bersamaan Lola-Rose mulai mengoceh dan membuat banyak suara.

Kondisi ini ternyata turut membantu recovery dari Mark, ia mulai membuat suara yang sama seperti Lola dan mengikuti tingkah lakunya. Sekarang keduanya menghabiskan waktu beberapa jam sehari untuk belajar bersama.

"Saya berharap Mark bisa terus fokus pada apa yang ingin ia capai dan memenuhi impiannya agar bisa mengantar Lola-Rose ke sekolah. Kegigihan dan memiliki bayi muda telah memberikan kontribusi yang besar dalam hal kesembuhan Mark," ujar Kate Allat, pendiri badan amal 'Fighting Stroke'.


(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads