Lauren Ashley didiagnosa memiliki neuroblastoma yang menyebabkan adanya tumor di salah satu paru-parunya pada usia 16 bulan. Kala itu dokter mengatakan ia hanya memiliki kesempatan 10 persen untuk bisa bertahan hingga usia 5 tahun.
Namun dokter berhasil mengangkat tumor tersebut sebelum usianya genap 2 tahun. Ashley pun melanjutkan pengobatan dengan menjalani kemoterapi, meski ada kemungkinan mengganggu kesuburannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah sekian tahun berlalu, nampaknya keberuntungan Ashley mulai berkurang. Pada tahun 2008 ia mengalami migrain selama beberapa hari hingga akhirnya dokter spesialis mengatakan ada tumor di belakang mata kirinya.
Dokter tidak dapat mendiagnosis jenis kanker yang dialami dan jika dilakukan biopsi bisa berisiko kehilangan penglihatan, sehingga dokter memilih untuk memantau pertumbuhannya.
Namun di tahun berikutnya, Ashley didiagnosis kanker untuk ketiga kalinya. Kali ini kanker tersebut ada di kandung kemih dan juga ginjal sebelah kirinya. Ashley pun menjalani operasi untuk mengangkat tumor di kandung kemih, serta mengangkat ginjalnya.
Ternyata perjuangannya tidak berhenti sampai di situ, pada Juli 2012 penyakit tersebut menyerang lagi. Ashley melihat ada benjolan di kaki kanannya dan dokter mendiagnosa dengan squamous cell carcinoma, yaitu salah satu bentuk kanker kulit.
Kini Ashley mulai melakukan pengobatan kemoterapi untuk mengecilkan kanker tersebut, dan dokter merujuknya ke konselor genetik untuk membahas kasus ini serta melihat apakah putrinya memiliki risiko tinggi terkena kanker.
Saat ini usianya sudah mencapai 30 tahun dan ia telah berkali-kali bolak-balik masuk rumah sakit untuk menjalani sekitar 20 operasi atau prosedur minor untuk mengindentifikasi dan menghapus pertumbuhan ganas dari kanker ini.
"Saya berpikir itu adalah bagian dari diriku. Yang bisa saya lakukan adalah melanjutkan hidup dan tidak terlalu banyak memikirkan hal tersebut. Saya mungkin menjadi orang yang sial di Inggris," ujar Ashley, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (1/11/2012).
Beberapa studi menunjukkan sekitar setengah dari orang dengan neuroblastoma memiliki peluang bertahan hidup sebesar 40 persen, dan ini jauh lebih baik ketimbang 30 tahun lalu. Namun studi terbaru menemukan pasien ini berisiko lebih besar mengembangkan kanker kedua di kemudian hari.
(ver/)











































