Wilde (48 tahun) selalu merasa beruntung setiap kali ia bangun di pagi hari dan masih bertahan hidup, karena ia termasuk satu dari 18 persen orang-orang yang bertahan hidup di tahun pertamanya dengan kanker pankreas.
Pertama kali Wilde merasakan sakit yang parah di perutnya pada Juni 2011, kala itu ia tengah berkumpul dengan istrinya Charlie (37 tahun) dan kedua putrinya, Maddie (7 tahun) dan Olivia (4 tahun).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak itu ia tidak memiliki masalah lagi sampai akhirnya pada bulan Agustus 2011 ia mengalami diare, lalu Charlie melihat bagian putih matanya berwarna agak kuning dan mengembangkan gatal di kulit.
Charlie yang merasa bingung berusaha mencari tahu via internet kondisi apa yang dialami oleh suaminya, namun hasil pencarian cukup mengejutkan karena mengarah pada kanker pankreas. Sekitar 2 hari kemudian Wilde dan Charlie segera berkonsultasi dengan dokter.
Namun saat itu dokter mengatakan ia terlalu muda untuk kena kanker pankreas dan mungkin penyakitnya adalah hepatitis. Wilde pun menjalani tes darah, endoskopi, CT scan dan juga colonoscopy.
Hasil tes menunjukkan ia memiliki tumor di persimpangan yang menghubungkan saluran empedu dengan pankreas. Wilde pun membutuhkan operasi untuk mengangkat pankreas dan beberapa organ sistem pencernaannya.
"Dokter bedah mengatakan ia telah konfirmasi bahwa saya punya tumor dan ada kemungkinan sekitar 15 persen saya meninggal di meja operasi," ujar Wilde, seperti dikutip dari Mirror, Selasa (13/11/2012).
Setelah menjalani operasi selama 11 jam, ia terbangun di ruang perawatan intensif dengan kondisi tidak bisa menggerakkan kakinya dan ada kabel serta tabung di mana-mana. Ia merasakan sakit di beberapa tubuh, tapi ia bersyukur masih hidup.
Dokter bedah berhasil mengangkat tumor sebesar kotak korek api bersama dengan sebagian besar pankreas, duodenum, kandung empedu dan beberapa bagian perutnya. Namun sebulan kemudian dokter menemukan ada tumor sebesar 2mm di kelenjar getah beningnya.
"Saya pun mulai melakukan kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang nyasar. Kondisi itu mengerikan dan membuat saya merasa sangat lelah," ujar Wilde.
Pengobatan yang dijalani Wilde selesai pada bulan Juni 2012, hasil CT scan dan tes darah menunjukkan sel-sel kanker dalam tubuhnya telah hancur. Dokter mengatakan pasien yang bisa bertahan hidup dari kanker pankreas biasanya berhasil didiagnosis lebih dini.
"Saya berharap bisa bebas dari kanker hingga tahun-tahun ke depan, dan setiap kali saya bangun di pagi hari, saya tahu betapa beruntung saya berhasil melawan penyakit ini," tutur Wilde.
(ver/vit)











































