Alergi Ekstrem, Bocah Ini & Ibunya Tak Bisa Menghias Pohon Natal Asli

Alergi Ekstrem, Bocah Ini & Ibunya Tak Bisa Menghias Pohon Natal Asli

Nurvita Indarini - detikHealth
Selasa, 11 Des 2012 09:32 WIB
Alergi Ekstrem, Bocah Ini & Ibunya Tak Bisa Menghias Pohon Natal Asli
Theo Lester dan ibunya (Foto: Daily Mail)
Jakarta -

Theo Lester (6) sebenarnya ingin menghias pohon pinus yang merupakan pohon Natal asli. Namun dia harus mengurungkan niatnya dan mesti puas dengan pohon Natal palsu. Sebab Theo dan ibunya mengalami alergi ekstrem, sehingga mereka tidak bisa menyentuh pohon asli.

Theo dan ibunya, Bree (37), akan mengalami anaphylactic shock manakala berada di dekat pohon pinus asli atau menggigit mince pie yang mengandung kacang. Padahal mince pie merupakan kue tradisional Inggris yang kerap ada saat perayaan Natal.

Anaphylactic shock merupakan bentuk reaksi alergi yang timbul secara cepat dengan dampak yang ekstrem dan berpotensi mengancam jiwa. Demikian dikutip dari Daily Mail, Selasa (11/12/2012).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menyentuh pohon adalah sesuatu yang tidak pernah dilakukan. Saya akan senang jika dia suatu hari (Theo) bisa punya pengalaman seperti anak-anak lainnya," kata Bree yang berasal dari Costessey, Norfolk, Inggris.

Sebenarnya Bree ingin sekali punya pohon Natal yang asli dan menghiasnya dengan riang gembira seperti keluarga lainnya. Namun hal itu tidak pernah mampu diwujudkannya. Bahkan setiap kali Natal menjelang, mereka harus berhati-hati untuk pergi ke suatu tempat, karena khawatir terdapat pohon pinus betulan untuk dijadikan pohon Natal.

Alergi ekstrem pada pinus mulai terjadi pada Bree ketika dia berumur 10 tahun. Saat itu untuk pertama kalinya dia menghias pohon Natal. Tak disangka muncul ruam pada dirinya, dengan mata dan hidung uang berair parah. Bahkan dia harus berjuang untuk bernapas saat meletakkan hiasan dan pernak-pernik lainnya di pohon tersebut. Bree juga selama bertahun-tahun mengembangkan asma dan eksim yang ekstrem karena dipicu segala macam barang rumah tangga.

Ketika Theo lahir, Bree dan suami Stephen (39) meminta anaknya diuji untuk sejumlah alergi dan menemukan bocah laki-laki itu mewarisi alergi yang diderita ibunya. Theo akan mengalami anaphylactic shock jika masuk ke ruangan di mana ada orang yang mengupas kacang. Dia juga tidak bisa menikmati api unggun karena situasi berasap membuatnya bersin.

"Saya menyadari dia akan benar-benar seperti saya jadi kami melakukan tes pada berbagai hal yang berbeda, dan saat itu kami mengetahui masalah akan muncul pada saat Natal," ucap Bree.

Sebelum Theo pergi ke rumah temannya, Bree akan memastikan hanya ada pohon palsu di dalam rumahnya. Karena di sekolah Theo tidak bisa makan pai atau puding yang mengandung kacang, maka Bree akan membekalinya dengan pai yang aman.

"Dia selalu membawa EpiPen, nebuliser dan inhaler untuk berjaga-jaga jika hal buruk terjadi saat berada di tempat seseorang yang memiliki pohon atau kacang di rumahnya. Tapi kami tidak ingin dia diperlakukan berbeda dengan anak lainnya," harap Bree.

Bree dan anaknya juga selalu membawa tablet anti-alergi dan memastikan pemanas ruangan mati sebab keadaan yang hangat membuat reaksi alergi mereka memburuk. Untunglah Theo memahami apa yang terjadi pada dirinya. Namun dia berharap suatu hari nanti alerginya akan segera sembuh.

"Saya ingin punya pohon yang asli tapi itu bikin keadaan saya memburuk. Bikin saya serak, bersin, dan gatal," kata Theo.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads