Jam 1 siang keesokan harinya, Cahill telah berada di Leeds General Infirmary untuk menjalani operasi yang berlangsung selama 8 jam itu.
Cahill yang berasal dari Greetland, West Yorkshire kehilangan fungsi tangan kanan dan sebagian tangan kirinya akibat terinfeksi serangan asam urat parah yang telah ia derita selama 20 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cahill dan istri keduanya, Sylvia (47) yang baru saja merayakan hari jadi pernikahan mereka yang ke-20 pun terpaksa harus meninggalkan pub mereka yang bernama Shears Inn di dekat Halifax karena kondisi kedua tangannya.
"Mustahil bagi saya untuk melakukan segala sesuatu. Istri saya juga harus membantu saya memakai baju dan memotong makanan. Anda bisa bayangkan bagaimana sulitnya hidup tanpa kedua tangan," terangnya.
Cahill sangat terkejut ketika ditawari operasi itu kurang dari tiga bulan setelah mendaftarkan diri untuk menjalani transplantasi. "Setelah melalui banyak tes, Profesor Simon Kay (ketua tim bedah) mengatakan saya bisa jadi kandidat untuk transplantasi tangan dan meminta saya mempertimbangkannya," tuturnya.
Lalu setelah mendiskusikannya dengan keluarga, pada bulan Oktober 2012, Cahill kembali menemui Profesor Kay untuk memberitahukan kesiapannya. Profesor Kay sendiri adalah konsultan bedah plastik dan profesor di bidang bedah tangan yang berbasis di Leeds, Inggris.
Ketika tim dokter menemukan sebuah tangan yang dianggap cocok untuk transplantasi, mereka menelepon Cahill untuk menjalani sejumlah tes. Tes ini bertujuan untuk memastikan seberapa cocok jaringan tangan Cahill dengan tangan dari sang donor.
"Saya dipanggil ke rumah sakit bersama seorang penerima donor lainnya, lalu mereka mengetes kami untuk melihat jaringan mana yang paling cocok diantara kami dan ternyata itu saya," katanya.
Beberapa jam kemudian, tim dokter telah terlibat dalam sebuah operasi transplantasi yang melelahkan. Tangan Cahill yang sudah tak berfungsi diangkat lalu digantikan dengan tangan baru dalam satu operasi yang sama. Pergelangan tangan baru Cahill dipasangkan ke lengannya dengan menggunakan plat titanium.
Seminggu kemudian Profesor Kay mengungkap bahwa Cahill terus mengalami pemulihan dan memaparkan keinginan Cahill untuk menggandeng cucunya yang baru berusia tiga tahun untuk pertama kalinya.
Mantan pemain rugby berusia 51 tahun yang kehilangan fungsi tangan kanannya lima tahun lalu itu pun mengaku efek dari operasinya masih terasa. Sembari mengagumi kemampuannya untuk menggerakkan jari-jari tangan barunya, Cahill mengungkapkan harapannya untuk segera sembuh dan kembali menjalani kehidupan yang normal bersama keluarganya.
"Apapun yang bisa saya lakukan nantinya adalah bonus, termasuk menggandeng tangannya," kata Cahill tentang cucunya yang bernama Thomas.
Seorang rekan Cahill pun bercerita jika selama ini sang kakek hanya bisa memandang Thomas dari kejauhan, tanpa bisa mengajaknya bermain bersama. "Padahal Thomas adalah favoritnya," katanya.
Meski mungkin di seluruh penjuru dunia telah dilakukan 70-an prosedur transplantasi tangan, sebagian besar penerima donor telah kehilangan pergelangan tangan sebelum menjalani operasi. Namun operasi yang dilakukan oleh Cahill pada 26 Desember 2012 itu tercatat sebagai operasi pertama di dunia dimana tangan asli 'dilepaskan' dan dipasangi tangan baru dalam satu prosedur yang sama.
Namun Profesor Kay mengungkapkan butuh waktu 18 bulan sebelum akhirnya operasi ini dikatakan sukses. "Jika segalanya berjalan lancar, saya berharap tangan ini memiliki genggaman yang kuat, kepekaan dan kemampuan untuk merasakan sesuatu yang baik serta memiliki cubitan yang presisi," tuturnya.
Cahill sendiri masih memerlukan bantuan psikologis untuk membantu menerima tangan hasil operasi itu sebagai tangannya sendiri, meskipun Cahill juga harus terus diisolasi di dalam rumah sakit untuk mengurangi risiko infeksi yang bisa saja menyerangnya.
"Segala hal yang saya miliki sekarang sudah lebih baik dari sebelumnya. Saya berharap segera kembali bekerja. Baru-baru ini saya sudah bisa menggerakkan jari-jari saya dan tim dokter mengatakan saya membuat kemajuan yang lebih cepat dari dugaan mereka," pungkasnya.
(/)










































