Kembar Tapi Tak Sama, Satu Sehat Satu Lagi Down Syndrome

Kembar Tapi Tak Sama, Satu Sehat Satu Lagi Down Syndrome

- detikHealth
Selasa, 08 Jan 2013 12:10 WIB
Kembar Tapi Tak Sama, Satu Sehat Satu Lagi Down Syndrome
Darby dan Ruby Smith (Foto: Parallax Photo)
Edinburgh - Anak kembar biasanya akan tampak mirip, meski terlahir tidak identik. Namun karena adanya kelainan genetik, sepasang anak kembar ini mengalami kondisi langka. Salah satu dari si kembar terlahir sehat, sedangkan lainnya mengalami Down Syndrome.

Darby dan Ruby Smith (2 tahun) tampak sangat dekat layaknya anak-anak kembar lainnya. Sayang, semenjak dalam kandungan si kecil Ruby sudah mengalami kelainan yang membuatnya terlahir dengan Down Syndrome.

Kemungkinan saudara kembar yang salah satunya terlahir sehat dan satu lagi Down Syndrome sangat kecil. Sang ibu, Tracii Smith, pun tak pernah membayangkan akan mengalami kondisi tersebut. Namun perbedaan antara kedua putrinya tak pernah mempengaruhi ikatan unik khas anak kembar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasangan Tracii dan Neil sangat bahagia ketika dokter mengatakan mereka akan memiliki anak kembar. Namun kebahagiaan tersebut mulai terusik dengan hasil scan pada usia kehamilan 13 minggu, yang menunjukkan bahwa salah satu kembar mengalami kelainan.

Dokter memprediksi salah satu kembar tidak dapat bertahan hidup. Namun seperti mendapat keajaiban, pada minggu ke-20, janin Ruby ternyata masih bertahan hidup.

Kedua bayi kembar itu lahir pada minggu ke-37 melalui persalinan caesar. Derby lahir dengan berat 2,3 kg dan Ruby 2,2 kg. Ada yang tampak berbeda, tubuh Darby terlahir sehat, tapi tidak dengan saudara kembarnya Ruby.

"Tentu saja saya khawatir dengan Ruby karena saya ingin kedua bayi saya sesehat mungkin. Tapi ketika Neil menggendong dan memberikan ke saya, saya tidak bisa lebih bangga lagi. Mereka berdua cantik," ujar Tracii (31 tahun), yang berasal dari Leith, Edinburgh, seperti dilansir Thesun, Selasa (8/1/2013).

Meski tidak terlahir sehat, Ruby telah membuktikan bahwa ia adalah seorang pejuang cilik. Di usia 3 bulan saja, ia sudah membutuhkan operasi untuk menutup lubang di jantungnya. Tapi hal itu justru membuat si kecil Ruby makin kuat dari sebelumnya.

Dalam dua tahun Ruby terus berkembang, meski ia tumbuh pada tingkat yang sangat berbeda dengan Darby. Saat Ruby masih ada dipelukan sang bunda, Darby sudah mulai melangkahkan kakinya pada usia 9 bulan, dan lancar berjalan di usia 10 bulan.

Dan saat Darby sudah mulai mempelajari makanan apa saja yang ia suka, Ruby masih makan dengan bantuan tabung makan.

"Tapi meskipun mereka berbeda dalam hal perkembangan, mereka merasa paling nyaman ketika duduk berdampingan. Mereka akan melihat buku yang sama atau duduk berdampingan dan bermain dengan mainan mereka. Mereka memiliki hubungan yang sangat istimewa dan Darby sangat protektif terhadap adiknya," jelas sang bunda.

Menurut National Down Syndrome Society (NDSS), anak dengan Down Syndrome lahir dengan tiga bukan dua salinan kromosom 21. Anak dengan Down Syndrome memiliki kemampuan kognitif yang bervariasi, yang sangat parah anak biasanya tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari tanpa bantuan dari orang lain.

Anak dengan Down Syndrome memiliki peningkatan risiko untuk cacat jantung, masalah pernapasan dan pendengaran, penyakit Alzheimer, leukimia dan kondisi tiroid. Tapi kondisi ini sekarang dapat diobati, sehingga dapat meningkatkan harapan hidup penderita Down Syndrome.




(mer/vit)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads