Awalnya, Debbie Harvey mengalami rasa sakit yang luar biasa saat menstruasi. Merasa tersiksa dengan gangguannya, dokter menyarankan untuk menjalani histerektomi atau pengangkatan rahim. Operasinya memang berhasil, tapi efek sampingnya tak dinyana-nyana.
Beberapa saat setelah operasi, Debbie yang ketika itu berusia 49 tahun ini mengalami gejala penuaan seolah-olah usianya dipercepat 10 tahun. Rambutnya mulai rontok, empat giginya tanggal dalam hitungan hari, pipinya mencekung dan gusinya surut. Depresi, pernikahannya pun hampir kandas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sama sekali tidak siap mengalami penuaan secara drastis dan tak terduga, apalagi saya baru saja menikah. Saya sangat terpukul dan merasa menjadi beban suami. Saya bahkan menyuruhnya agar meninggalkan saya saja," ujar Debbie seperti dilansir Daily Mail, Senin (14/1/2013).
Debbie memang baru saja menikah setelah sempat menjanda. Nyeri menstruasi yang dialaminya ini sudah muncul sejak remaja. Walau demikian, ia tak segera menjalani histerektomi karena dokter mengatakan nyeri menstruasinya ini akan mereda setelah punya anak.
Ternyata perkiraan dokter salah. Setelah memiliki 3 anak dari pernikahan pertamanya, nyeri menstruasi masih saja muncul. Ia sudah mencoba melakukan berbagai cara, mulai dari olahraga dan mengubah pola makan, tapi tidak ada yang berhasil.
Di tahun 2003, Debbie menjalani prosedur laser yang disebut ablasi endometrium yang cukup manjur meredakan penderitaannya. Tetapi efeknya memudar setelah 3 tahun. Maka dokter kemudian menyarankan agar Debbie menjalani histerektomi pada tahun 2009 lalu.
"Keluarga saya setuju sehingga saya bersedia melakukannya. Ketika mereka bertanya apakah saya ingin ovarium saya diangkat juga untuk mengurangi kemungkinan kanker ovarium, saya setuju," tutur Debbie.
Debbie memang diberitahu bahwa ia akan mengalami perubahan sehingga membuat tubuhnya mengalami menopause dini, tapi ia tidak menyangka efeknya akan separah ini. Dia hanya menduga efeknya hanya seperti hot flush atau sering berkeringat di malam hari.
Dalam waktu 4 hari setelah menjalani operasi, Debbie sudah merasa seperti nenek-nenek. Dia hampir tidak bisa bergerak dan harus dibantu untuk masuk ke dalam mobil. Keesokan harinya, ia terkejut bukan kepalang mendapati sebagian besar giginya terasa goyah.
"Saya terhuyung-huyung ke cermin dan tersentak kaget. Saya tidak mengenali wanita di depan saya. Dia tampak sekitar sepuluh tahun lebih tua dariku," kenang Debbie.
Debbie meminta bantuan dokter pribadinya untuk membantu mengatasi efek samping setelah operasi. Perlahan-lahan, ia mulai mencoba menerima cobaannya dan berdamai dengan perasaannya. Suaminya, Charlie, selalu menemani dan menguatkan Debbie.
Kini, Debbie sudah bisa menerima keadaannya. Walau menyesal pernah menjalani histerektomi, ia tidak menyuarakan perlawanan untuk menentang prosedur ini. Ia hanya menghimbau kepada wanita yang akan menjalaninya untuk bersiap terhadap kemungkinan terburuk.
(pah/)










































