Robin Sullins (48) pun berupaya mati-matian untuk bisa tetap hidup setelah tim dokter mengatakan dirinya mengalami reaksi langka pada bakteri yang berasal dari air liur anjing.
Awalnya Sullins hanya terkena gigitan di salah satu jari tangan dan kakinya tergores ketika melerai pertengkaran antara beberapa anjing milik keluarga di malam Natal. Namun dua hari kemudian, Sullins yang berasal dari Texas ini harus dilarikan ke UGD dengan keluhan demam, menggigil dan muntah-muntah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut keluarga Sullins, tim dokter juga kebingungan ketika melihat kondisi Sullins yang terus memburuk. Sejumlah organ di dalam tubuh Sullins pun mulai gagal berfungsi, tangan dan kakinya juga tampak berubah warna menjadi hitam dan biru.
"Mereka tahu ada bakteri yang tidak biasa di dalam aliran darahnya. Tapi lab rumah sakit kesulitan untuk mengidentifikasikannya. Lalu mereka mengirimnya ke lab yang lebih besar di ibukota dan dari situ diketahui bahwa bakteri itu adalah capnocytophaga canimorsus," terang pakar penyakit menular Dr. Kristin Mondy seperti dilansir dari foxnews, Selasa (22/1/2013).
Capnocytophaga canimorsus merupakan bakteri yang terdapat di dalam air liur sepertiga anjing dan kucing, tapi tim dokter menyatakan bakteri ini sangat jarang menjangkiti manusia.
Saking parahnya infeksi yang menyerang Sullins, mau tak mau tim dokter pun terpaksa mengamputasi kedua kaki Sullin dan hampir seluruh jari tangannya. Sejak masuk rumah sakit, Sullins harus keluar dari pekerjaannya sehingga ia tak memiliki dana yang cukup untuk menanggung seluruh biaya pengobatan. Untuk itu keluarga Sullins menggalang donasi lewat sebuah situs internet.
Dalam situs tersebut dikatakan bahwa keluarga Sullins meminta bantuan untuk menutupi biaya medis bagi seorang wanita 'yang mencintai anjing layaknya kecintaannya pada bernafas'.










































