Tak Mampu Bayar Ventilator, Paru-paru Pemuda Ini Dipompa Pakai Tangan

Tak Mampu Bayar Ventilator, Paru-paru Pemuda Ini Dipompa Pakai Tangan

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Kamis, 07 Feb 2013 17:36 WIB
Tak Mampu Bayar Ventilator, Paru-paru Pemuda Ini Dipompa Pakai Tangan
Fu Xuepeng (Foto: AFP)
Zhejiang, China -

Ventilator sering digunakan di rumah sakit untuk pasien dengan kondisi kesulitan bernapas. Karena tak memiliki uang untuk biaya rumah sakit dan menyewa ventilator, seorang pemuda harus hidup bertahun-tahun dengan paru-paru yang dipompa manual dengan tangan.

Fu Xuepeng (23 tahun) lumpuh dan tak mampu bergerak semenjak mengalami kecelakaan sepeda motor 2 tahun lalu. Malang, keluarganya terlalu miskin untuk bisa membayar biaya perawatan di rumah sakit.

Selama 2 tahun, Fu Xuepeng harus hidup dengan bantuan ventilator. Namun bukanlah alat canggih yang banyak terdapat di ruang ICU, melainkan ventilator plastik yang harus dipompa dengan tangan. Kedua orang tuanya, Wang Lanqin dan Fu Minzu, adalah orang yang paling setia menjaga putranya tersebut. Dalam sehari, mereka harus bergantian untuk memompa paru-paru Xuepeng hingga ribuan kali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga menit saja kelupaan atau berhenti melakukan kompresi konstan dengan tangan, berarti menghentikan pernapasan Xuepeng untuk selamanya. Beban mereka sebenarnya sudah sedikit terkurangi semenjak mendapat bantuan sebuah ventilator mekanik primitif dari seorang kerabat, yang biayanya sekitar 200 yuan (sekitar Rp 310 ribu).

Mesin tersebut terhubung dengan tubuh Xuepeng, yang tergeletak di tempat tidur dengan mengenakan topi merah untuk melindunginya dari serangan dingin.

Namun, meski sudah mendapatkan bantuan mesin, kedua orang tua Xuepeng masih terus melakukan rutinitas memompa dengan tangan di siang hari. Alasannya, untuk menghemat biaya tagihan listrik agar tidak terlalu mahal.

Dan setelah foto-foto mereka beredar luas di media China, sebuah sumbangan besar pun mengalir padanya, yang berasal dari sebuah desa distrik Huangyan di provinsi Zhejiang, China. Bantuan tersebut berupa uang tunai dan ventilator modern yang dikirim oleh sebuah perusahaan di Beijing.

"Kami tidak pernah berpikir untuk menyerah, tidak untuk satu detik pun. Tidak ada orang tua yang akan menyerah untuk anak mereka, asalkan ada kesempatan sedikit untuk hidup," ujar Fu Minzu kepada China Daily, seperti dilansir Asiaone, Kamis (7/2/2013).



(mer/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads