Termuda dalam Sejarah, David Kena Kanker Testis di Usia 6 Tahun

Termuda dalam Sejarah, David Kena Kanker Testis di Usia 6 Tahun

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Kamis, 21 Feb 2013 15:40 WIB
Termuda dalam Sejarah, David Kena Kanker Testis di Usia 6 Tahun
David Burke (Foto: thesun)
Jakarta - Kanker testis bisa menjadi momok bagi pria karena membuatnya tak mampu memiliki keturunan. Lebih nahas lagi, seorang pria menderita kanker testis saat usia masih anak-anak, 6 tahun. Hal ini membuatnya menjadi salah satu pria termuda dalam sejarah yang terkena kanker testis.

David Burke baru berusia 6 tahun ketika dokter menemukan kanker testis di kelaminnya. Kondisi ini menjadikannya salah satu penderita kanker testis termuda yang pernah ada.

Sebagai seorang anak yang belum mengerti apa-apa, David kecil sudah harus menjalani serangkaian kemoterapi. Semakin bertambahnya usia, ia mulai menyadari bahwa terapi tersebut mungkin akan membuatnya tidak pernah bisa memiliki anak sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, David yang kini berusia 42 tahun mengalahkan spekulasi tersebut. Ia resmi menjadi seorang ayah setelah istrinya, Rachel, melahirkan bayi laki-laki 16 minggu yang lalu. Bayi tampan yang diberi nama Tommy lahir dengan berat 2,9 kg.

"Saya bertemu Rachel tahun 1995 dan kami telah mencoba bertahun-tahun untuk punya anak, tapi akhirnya kami memutuskan untuk mencoba bayi tabung," ujar David Burke, seperti dilansir Thesun, Kamis (21/2/2013).

David tahu peluangnya untuk memiliki anak hanya 1 banding 1 juta. Ia juga sadar bahwa banyak orang yang sudah menghabiskan hingga 25.000 poundsterling (sekitar Rp 368 juta) untuk bayi tabung tapi masih tidak berhasil. Namun luar biasa, ia akhirnya memiliki Tommy.

"Saya merasa hidup saya seperti rollercoaster, tapi akhirnya kami memiliki bayi sendiri," tambahnya.

Selain menderita kanker testis, David juga pernah didiagnosa leukemia atau kanker darah saat usianya baru menginjak 3 tahun. Di tahun 1973, bisa dikatakan peluang hidupnya sangat rendah. Namun dengan perawatan yang baik, ia akhirnya berhasil melalui semua ujian dan setahun kemudian tubuhnya dinyatakan bebas kanker.

Tapi tiga tahun kemudian, ibunya Sheila (66 tahun), melihat ada sebuah benjolan di salah satu buah zakarnya. Bila dibilang Sheila adalah seorang ibu yang over-protective. Melihat ada yang aneh di tubuh putranya, sang ibu langsung membawa David ke dokter.

Belum banyak informasi yang diketahui tentang kanker testis pada masa itu, tapi akhirnya dokter memberitahu bahwa David menderita kanker lagi.

"Saya harus menjalani kemoterapi lagi selama 3 tahun. Rambut saya rontok untuk kedua kalinya dan tubuh saya tidak berkembang dengan baik di tahun-tahun berikutnya. Mereka mengatakan pada ibu bahwa hanya sedikit peluang bagi saya untuk memiliki anak, yang berarti saya akan mandul," kenang David.

Pada waktu itu, Sheila tak punya pilihan. Ia harus memberikan persetujuan untuk kemoterapi atau tak akan pernah melihat putranya lagi.

"Ketika perawat bertanya pada anak-anak di bangsal ingin menjadi apa mereka ketika tumbuh dewasa, sebagian anak mengatakan ingin menjadi seorang guru atau dokter. Tapi saya mengatakan saya ingin menjadi seorang ayah," papar David.

Tiga tahun berlalu, dokter mengatakan kanker sudah bersih dari tubuh David. Ketika berusia 18 tahun, ia memutuskan untuk melakukan pemeriksaan sperma guna melihat adakah kemungkinannya untuk menjadi seorang ayah. Hasilnya, jumlah sperma David dinyatakan sangat rendah.

"Kemungkinan saya bisa menghamili minim. Tapi sekarang kami punya Tommy dan kehidupan kami tak pernah lebih baik dari ini," tutup David.

(mer/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads