Natasha yang berasal dari Rialto, California, telah mengonsumsi lebih dari setengah ton bubuk masker wajah selama tujuh tahun terakhir. Wanita 40 tahun ini merasa craving dengan rasa bebatuan dan tanah, sehingga lebih memilih bubuk tanah liat yang biasa dijadikan masker wajah.
"Rasanya luar biasa, seperti batu basah dan ini selalu membuat saya nyaman. Saya masuk ke zona ini dan menikmati rasa yang membumi," ujar Natasha, dalam sebuah tayangan 'My Strange Addiction' di TLC, seperti dilansir DailyMail, Kamis (14/3/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengonsumsi bubuk masker tersebut, Natasha biasanya menggunakan kartu nama yang dilipat, dibentuk siku atau menyerupai sendok, dan meraup bubuk yang kemudian akan dimasukkan ke mangkuk atau langsung ke dalam mulutnya.
Natasha sangat tergantung pada zat makanan tak lazim ini, sampai-sampai tak bisa meninggalkan rumah sebelum mencicipi makanan kesukaannya tersebut. Dalam tayangan TLC, Natasha mengakui sangat menyukai aroma tanah setelah hujan turun dan bubuk tanah liat terasa sama baginya.
"Ini bau yang saya suka, teksturnya terasa di mulut saya," tambahnya.
Karena merasa kenyang dengan bubuk tanah liat yang masuk ke dalam perutnya, Natasha kerap tidak makan makanan yang wajar. Dokter menggambarkan kebiasaan makan Natasha yang tidak biasa tersebut sebagai kebiasaan yang 'mengkhawatirkan'. Dampak negatif dari tanah liat bisa saja terjadi di dalam perutnya.
Bubuk tanah liat bisa menetap di dalam sistem pencernaan Natasha dan membuatnya tersumbat. Kondisi ini juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan zat kimia alami yang ada di dalam tubuh.
(mer/)











































