30 Tahun Tersiksa Sakit Punggung, Akhirnya Sembuh Berkat Remote Control

30 Tahun Tersiksa Sakit Punggung, Akhirnya Sembuh Berkat Remote Control

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Rabu, 27 Mar 2013 11:39 WIB
30 Tahun Tersiksa Sakit Punggung, Akhirnya Sembuh Berkat Remote Control
Lorraine Brooks (Foto: caters)
Southport, Merseyside - Lorraine Brooks selalu didera sakit punggung yang menyiksa selama hampir 30 tahun. Saking sakitnya, ia bahkan tidak bisa berjalan dan hanya terbaring di tempat tidur. Tapi penderitaannya mulai berkurang berkat remote control.

Sakit punggung telah melumpuhkan Lorraine Brooks, ibu tiga anak asal Southport, Merseyside. Rasa sakit menyulitkannya untuk beraktivitas. Ia hampir tidak bisa berjalan tegak dan menghabiskan sebagian besar harinya dengan terbaring di tempat tidur.

Tapi setelah diberi remote control, yang digunakan untuk memblokir sinyal rasa sakit ke otak, Lorraine dapat menjalani hidupnya bebas dari penderitaan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagian punggung Lorraine kini telah dilengkapi dengan stimulator saraf tulang belakang, di mana elektroda ditanamkan ke tulang punggungnya bersama dengan baterai, yang dikendalikan dengan remote dan diisi ulang melalui kulit.

Lorraine kini dapat menggunakan remote untuk mengontrol seberapa banyak rasa sakit yang diterimanya.

"Sebelum saya memiliki remote, sakit punggung itu hampir tak tertahankan. Saya hampir tidak bisa berjalan dan tidak berpikir saya bisa tidur malam penuh dalam waktu sekitar 8 tahun," jelas Lorraine Brooks (43 tahun), seperti dilansir Daily Mail, Rabu (27/3/2013).

Saking sakitnya, Lorraine harus hidup dengan terus meminum obat penghilang rasa sakit. Ia pun harus menangis tiap kali bangun pagi setiap harinya.

"Ini menghancurkan jiwa dan saya tidak ingin menyerah dengan musuh terburuk saya. Jadi ketika disarankan agar saya mencoba remote, saya langsung mengambil kesempatan," tutur Lorraine.

Berkat remote tersebut, Lorraine bisa mengontrol rasa sakitnya. Jika rasa sakit datang lebih dari satu hari, maka ia tinggal menghidupkan perangkat tersebut, dan bisa sudah membaik dengan mudah ia mematikannya dengan remote.

Karena bergantung dengan perangkat di punggungnya, tak heran bila Lorraine sangat protektif dengan remote controlnya. Ia tidak akan keluar rumah tanpa membawa remote control tersebut.

"Ini sebenarnya sebuah sistem neurostimulation mutakhir, tapi ini tidak semudah yang digunakan untuk menyalakan televisi. Setelah bertahun-tahun menderita, saya tidak bisa lebih bahagia. Saya mendapatkan hidup saya kembali," ungkapnya senang.

Lorraine pertama kali mengalami sakit punggung saat ia baru berusia 15 tahun, ketika mengalami slip di tulang belakang. Dia sudah menjalani operasi untuk menyatukan dua tulang belakang, tapi ditemukan hancur pada Desember 2004 lalu karena kering dan aus.

Pada Januari 2006 ia kembali melakukan operasi untuk menempatkan 'kandang' berisi titanium di tulang bagian bawah punggungnya. Namun solusi tersebut ternyata masih tidak berhasil.

Sejak saat itu, ia selalu mendatangi sebuah klinik nyeri di Ormskirk Hospital, di mana dia diberi berbagai obat-obatan pereda nyeri. Ia pun sudah mencoba banyak cara, mulai dari Botox, patch yang bertindak seperti anestesi lokal, akupunktur, suntikan steroid, tapi rasa sakitnya tidak pernah berakhir.

Tidak sampai lima tahun kemudian, ketika Lorraine dirujuk ke Walton Centre di Liverpool pada tahun 2011, ia akhirnya melihat jawaban doa-doanya. Dokter menawarkan perangkat yang dikontrol dengan remote ditanamkan ke bagian punggungnya.

Remote control memiliki tiga program yang berbeda, masing-masing dengan pengaturan, rendah menengah dan tinggi, yang dapat divariasi tergantung pada seberapa buruk rasa sakitnya hari itu. Perangkat tersebut juga mencakup baterai yang tertanam di dalam tubuh Lorraine, yang harus di-charge kembali setiap hari.

(mer/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads