Callum Holmes baru berusia 6 bulan ketika mata kanannya tampak bersinar layaknya mata kucing. Meski tampak lucu, ternyata mata kucing tersebut adalah sebuah kanker mata langka retinoblastoma, yang membuat bola matanya terpaksa harus diangkat.
"Itu seperti mata kucing yang Anda lihat di jalan. Ketika orang mengambil foto maka akan tampak mata putih bukan merah yang biasa terlihat," ujar sang ibu, Erin (33 tahun), seperti dilansir Daily Mail, Kamis (28/3/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya terisak ketika mereka mengatakannya. Mereka mengatakan kami sangat beruntung karena menemukannya lebih awal," lanjut Erin.
Satu-satunya pengobatan yang tersedia pada tahap perkembangan seperti Callum adalah untuk mengangkat seluruh mata untuk memastikan kanker tidak menyebar lebih jauh. Si mungil yang berasal dari Leeds ini pun menjalani operasi Birmingham Children's Hospital ketika ia berusia 11 bulan.
Kini mata kanan Callum diganti dengan mata buatan sehingga ujung sarafnya dapat melekat. Mata buatan tersebut berupa bola berpori kecil dengan selaput di atasnya, mirip lensa kontak berukuran besar.
Dan karena kanker sudah diangkat dari matanya, Callum tidak harus menjalani segala perawatan tindak lanjut seperti kemoterapi. Dia akan diberikan mata buatan pengganti ketika usianya lebih tua dan soket matanya mulai mengembang.
Dengan pengalaman Callum, kini keluarganya membantu meningkatkan dukungan bagi Childhood Eye Cancer Trust (CHECT), sebuah badan amal yang didedikasikan untuk mendukung keluarga yang terkena dampak retinoblastoma.
Penyakit ini umumnya berkembang pada anak-anak di bawah usia 5 tahun, namun ada pula yang dilahirkan dengan kondisi tersebut. Kanker ini berkembang pada sel-sel retina, lapisan yang peka terhadap cahaya mata.
Gejala retinoblastoma meliputi penampilan abnormal pada pupil, yang cenderung memantulkan cahaya refleks putih. Beberapa anak cenderung lebih sering menyipitkan mata, mengalami kerusakan penglihatan, pupil merah dan teriritasi tanpa infeksi atau perubahan warna satu iris.
Retinoblastoma mudah diobati jika terdeteksi sejak awal. Namun apabila terlambat, dalam jangka waktu dapat menyebabkannya kanker menyebar ke saraf optik.
(mer/)











































