Bermula dari Gigi Goyah, Seluruh Gigi Atas Malah Diganti Sekrup Logam

Bermula dari Gigi Goyah, Seluruh Gigi Atas Malah Diganti Sekrup Logam

- detikHealth
Senin, 01 Jul 2013 11:06 WIB
Bermula dari Gigi Goyah, Seluruh Gigi Atas Malah Diganti Sekrup Logam
Frances Courtney (Foto: Daily Mail)
Essex - Seorang ibu bernama Frances Courtney (53 tahun) tengah bingung mencari dokter gigi untuk mengobati giginya yang mulai goyah pada bulan Februari 2005 lalu. Seorang teman merekomendasikan dokter gigi swasta bernama Dr Karin Hallgren yang berpraktik di dekat rumahnya di Great Chesterton, Essex.

Ketika pertama kali memeriksakan diri ke dr Hallgren, Frances terkejut ketika diberitahu bahwa penyakit gusinya sudah begitu parah. Semua giginya bisa tanggal setiap saat. Maka Frances disarankan memasang gigi palsu, namun semua gigi atasnya harus dicabut dan diganti dengan 12 implan logam terlebih dahulu.

Menurut dr Hallgren, butuh waktu berbulan-bulan untuk membuat gigi palsu. Maka untuk sementara, dia menganjurkan sebaiknya Frances dipasang pegangan gigi palsu terlebih dahulu. Frances menyanggupi dan membayar uang muka sebesar £ 5.000 atau sekitar Rp 75,5 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya dr Hallgren mengatakan bahwa prosedur ini memakan waktu sekitar 4 jam. Tapi sejak pukul 9.30 pagi hingga 8.30 malam, prosedur ini belum juga rampung. Ketika suami Frances, Kevin, dipanggil untuk menjemput istrinya, Kevin terperanjat.

Dia melihat Frances duduk di kursi dengan seluruh gigi atas telah tanggal dan ada 5 buah sekrup mencuat dari sana. Dr Hallgren menjelaskan bahwa Frances tidak merespons obat penenang dengan baik sehingga dipulangkan.

Keesokan harinya, Frances kembali menjalani operasi lagi selama 7 jam. Tujuannya untuk mencocokkan pegangan gigi palsu. Tapi keesokan harinya, dia kesakitan karena gusinya meradang. Ketika berkunjung ke dr Hallgren, ternyata sang dokter tengah berlibur selama 2 minggu sehingga Frances pergi ke dokter umum.

Frances lalu diresepkan obat penenang dan dirujuk ke spesialis maxillo wajah, yaitu spesialis yang menangani penyakit kepala, leher, rahang dan gigi di rumah sakit NHS Addenbrooke di Cambridge. Tapi dokter hanya bisa mencabut 1 implannya saja, sehingga dia harus menunggu dr Hallgren pulang dari liburan.

"Di cermin, saya bisa melihat salah satu implan berdenyut. Hanya menyentuhnya saja sudah membuat saya menderita. Saya sudah punya 3 anak dan tidak pernah merasakan sakit seperti ini," kata Frances seperti dilansir Daily Mail, Senin (1/7/2013).

Mungkin karena tak tahan menahan rasa sakitnya, dia ingin segera mengatasinya sendiri. Dia meraih sebuah tang dan menarik implan sekrup logamnya. Keesokan harinya, 3 buah implan yang tersisa menjadi goyah dan longgar lalu dia mencabutnya sendiri dengan tangan kosong.

Frances lantas memutuskan untuk tak lagi menemui dr Hallgren. Dia pergi berkonsultasi kepada dokter gigi lain untuk membuatkan 1 set gigi palsu. Frances lantas mencari penyelesaian lewat jalur hukum dengan dr Hallgreen yang masih berpraktek. Sayang, upaya ini nampaknya menemui jalan buntu.

"Klinik ini dikunjungi Frances Courtney karena memberikan perawatan gigi yang sangat longgar. Ada 7 gigi atas di bagian kiri yang sudah dalam keadaan rusak. Telah terjadi kerusakan besar pada tulang rahang sekitar akar gigi ini, yang merupakan indikasi dari penyakit gusi yang parah," kata pengacara dr Hallgren.

Frances menyesal telah mengunjungi klinik dr Hallgren dan pada akhirnya tidak memperpanjang urusan hukumnya. Ternyata, kasus serupa yang dialami Frances juga banyak dialami pasien-pasin gigi lainnya. Christopher Dean, direktur The Dental Law Partnership di Inggris mengatakan bahwa kunjungan ke dokter gigi meningkat pesat.

"Kami melihat kenaikan besar dalam kasus yang melibatkan kedokteran gigi kosmetik. Begitu banyak orang ingin meniru senyum selebriti Hollywood sehingga melihat kedokteran gigi kosmetik dilihat sebagai sampingan yang menguntungkan. Itu semua dilakukan secara pribadi, jadi tidak ada tarif tetap," kata Dean.

Sayangnya, menurut Dean, tidak ada kontrol dalam prosedur ini. Setiap dokter gigi yang berkualitas dapat menyebut dirinya sebagai seorang dokter gigi kosmetik tanpa pelatihan khusus. Padahal beberapa prosedur seperti veneer porselen sebenarnya sangat merusak. Prosedur ini dilakukan dengan mengebor gigi dan harus diganti tiap 10 tahun atau lebih.


(pah/vta)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads