Anoreksia, Helen Tak Punya Payudara dan Baru Puber Umur 26 Tahun

Anoreksia, Helen Tak Punya Payudara dan Baru Puber Umur 26 Tahun

- detikHealth
Selasa, 02 Jul 2013 13:30 WIB
Anoreksia, Helen Tak Punya Payudara dan Baru Puber Umur 26 Tahun
Helen Gillespie (Foto: Barcroft media)
Jakarta - Wanita anoreksia ini telah membuat dirinya sendiri kelaparan selama 20 tahun agar tetap awet muda. Sayangnya, tindakan tersebut malah membuatnya tampak seperti wanita tua, juga terlambat mengalami pubertas.

Helen Gillespie (30) mulai berdiet ketika baru berusia 10 tahun, karena takut tumbuh menjadi dewasa. Akibatnya, dia tidak pernah mengembangkan payudara dan baru mengalami pubertas di usia 26 tahun. Gangguan makan anoreksia juga membuatnya mengalami varises dan kehancuran tulang seperti seorang wanita usia 70 tahun.

"Dokter bilang tulangku sangat lemah sehingga pergelangan tanganku patah setelah jatuh ketika berusia 14 tahun. Jika aku tidak membaik, aku akan mati muda," jelas Helen, yang berasal dari Perth, Skotlandia, seperti dilansir The Sun, Selasa (2/7/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk waktu yang cukup lama, tubuh Helen memang terus tampak seperti anak-anak, yang tidak tumbuh bahkan tak memiliki payudara. Tapi semakin kurus tubuhnya, ia malah tampak seperti wanita tua.

"Aku berbagi cerita karena aku ingin memperingatkan orang lain bahwa anoreksia dapat menghilangkan masa kanak-kanak," ujarnya.

Ketika mulai berdiet, Helen membatasi asupan makanannya hanya 60 kalori per hari. Saat berusia 14 tahun, beratnya hanya 28,5 kg dan pada satu titik dia hanya berada 24 jam dari kematian. Dia menghabiskan 4 bulan di rumah sakit untuk pemulihan.

Namun siklus 'kelaparannya' terus berlanjut selama dua dekade berikutnya. Pada awal usia 20-an, berat badan Helen sempat mencapai 57 kg, dan dari foto yang diambil ia tampak sehat. Sayangnya, gangguan makan kembali menghantui dan berat badannya lagi-lagi drop.

Saat usianya makin bertambah, ia takut dengan tanggung jawab orang dewasa yang membuatnya tak ingin menjadi tua. Ia mengaku lebih suka menjadi anak-anak dan tak berdosa. Akibatnya, ia diet ketat, mengalami keterlambatan pubertas dan baru menstruasi pertama kali di usia 26 tahun. Helen juga terpaksa harus mengenakan bra prosthesis yang dibuat untuk pasien kanker, karena payudaranya tidak pernah tumbuh.

"Aku tidak pernah berkembang dengan baik, jadi aku punya bingkai tubuh anak-anak. Aku tidak memiliki pinggul dan dadaku benar-benar rata," tuturnya.

Helen menghabiskan hampir 20 tahun terakhirnya untuk bolak-balik rumah sakit. Barulah 4 bulan belakangan dia telah mampu tinggal di rumah bersama orang tuanya. Namun ia masih tidak mampu membuat dirinya makan sehat layaknya orang dewasa.

Ia hanya makan 750 kalori setiap hari, berupa semangkuk kecil sereal untuk sarapan, empat potong buah pada pukul 5 sore, kemudian dua potong roti panggang dan sekaleng kacang panggan pada jam 2 siang. Jumlah kalori yang dikonsumsinya hanya setengah lebih dari jumlah yang direkomendasikan untuk anak usia 1-3 tahun.

Meski begitu, Helen belum menyerah dengan harapannya untuk bisa menjalani hidup normal. "Aku berharap bisa menikah dan memiliki anak. Aku melewati toko pengantin sekitar tiga kali seminggu, melihat gaun pengantin dari jendela. Aku ingin lebih baik," tutupnya.

(mer/vta)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads