Ditinggal Perawat di Luar RS, Pasien Stroke dan Tunanetra Ini Meninggal

Ditinggal Perawat di Luar RS, Pasien Stroke dan Tunanetra Ini Meninggal

- detikHealth
Senin, 08 Jul 2013 13:01 WIB
Ditinggal Perawat di Luar RS, Pasien Stroke dan Tunanetra Ini Meninggal
Frank Kelly saat masih dirawat (Foto: Daily Mail)
Jakarta - Setelah mengidap stroke dan tak bisa melihat, Frank Kelly (79) mendapat perawatan di rumah sakit. Sayangnya, seorang perawat melakukan kesalahan dengan meninggalkannya di luar rumah sakit dalam kondisi hujan. Tiga bulan kemudian, Frank pun meninggal dunia.

Peristiwa ini dimulai ketika Frank mengalami stroke kedua yang membuatnya tak bisa melihat. Ia pun mendapatkan perawatan di Worcestershire Royal Hospital. Satu hari anak laki-laki Frank, Martin (51), mengunjungi ayahnya. Ia justru menemukan ayahnya sedang berdiri di tempat parkir dalam kondisi hujan. Saat itu, Martin melihat ayahnya hanya mengenakan piyama.

"Saat saya melihat ayah saya di tempat parkir, saya tertegun dan tidak bisa percaya. Saya segera menghentikan mobil, berlari mendekatinya, dan berkata bahwa saya ada di sana," tutur Martin, setelah dilansir Daily Mail, Senin (8/7/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Martin merasa ayahnya tidak mendapatkan perawatan dengan baik selama di rumah sakit. Ia yakin jika saja saat itu ayahnya dirawat dengan baik dan tidak ditinggalkan dalam kondisi seperti itu di luar, saat ini ayahnya masih ada.

Setelah kejadian ini, Martin mencari tahu penyebabnya. Terungkap bahwa ayahnya yang dulu bekerja sebagai seorang petani ini berjalan ke tempat parkir setelah perawat yang memindahkannya lupa dan meninggalkan Frank sendirian di luar RS. Tiga bulan setelah kejadian itu, Frank meninggal karena mengidap pneumonia.

Martin menyesali insiden tersebut dan menurutnya ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Martin dan seluruh keluarganya merasa Frank tidak dirawat dengan benar. Keluarga pun akhirnya secara bergantian menjaga Frank selama 24 jam penuh di rumah sakit.

"Staf rumah sakit seperti tidak menyadari bahwa ayah saya tidak bisa melihat. Ayah saya mengalami dehidrasi sepanjang waktu. Setiap kali kami sedang ada di sana dan meminta sesuatu, responsnya pun selalu lama," ungkap Martin.

Menanggapi insiden ini, pihak rumah sakit mengirimkan sebuah surat permintaan maaf kepada istri Frank, Anne (78). Dalam surat tersebut, pihak rumah sakit mengungkapkan bahwa mereka menyesali kejadian ini bisa sampai terjadi.

"Saya sepenuhnya memahami jika Anda marah dan frustrasi mengenai perawatan yang Frank terima saat itu dan betapa menyakitkannya bagi Anda untuk menerima hal ini. Saya menanggapi kasus ini dengan serius dan akan memperbaiki komitmen kami untuk menyediakan perawatan berkualitas tinggi, serta berusaha untuk terus meningkatkan pelayanan kami," tambah juru bicara Worcestershire Royal Hospital, Penny Venables.

Venables juga menambahkan bahwa pihak rumah sakit sudah melakukan evaluasi dan memperbaiki pelayanannya. Ia akan mengundang keluarga Frank untuk mengunjungi bangsal tempat Frank dirawat untuk melihat sendiri perbaikan yang telah dibuat.

"Saya menyadari bahwa mungkin terlalu cepat bagi mereka untuk pulih dan melakukan kunjungan. Meskipun begitu, kami berniat baik dan tawaran akan tetap terbuka bagi mereka kapanpun mereka siap," lanjut Venables.

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads