Bayi Ini Hidup Lagi Setelah 3 Jam Diletakkan di Altar Chapel Rumah Sakit

Bayi Ini Hidup Lagi Setelah 3 Jam Diletakkan di Altar Chapel Rumah Sakit

- detikHealth
Jumat, 12 Jul 2013 12:00 WIB
Bayi Ini Hidup Lagi Setelah 3 Jam Diletakkan di Altar Chapel Rumah Sakit
Chapel dimana jenazah Yasmin diletakkan (Foto: Daily Mail)
Jakarta - Orang tuanya hanya bisa pasrah karena bayi kecil ini lahir dalam keadaan meninggal dunia. Tubuh mungil Yasmin Gomes pun telah diletakkan di dalam sebuah peti dan ditaruh di altar chapel rumah sakit tempat ia dilahirkan. Tapi siapa sangka, tiga jam kemudian, bayi ini hidup kembali.

Rumah sakit Lincoln Graca melaporkan bahwa Yasmin terlahir dalam keadaan sehat setelah ibunya menjalani persalinan normal pada hari Selasa (9/7/) pagi di rumah sakit yang terletak di Londrina, Brazil selatan tersebut. Namun seketika terlahir ke dunia, Yasmin mendadak berhenti bernapas.

Tim dokter pun gagal menghidupkan Yasmin kembali hingga akhirnya Yasmin dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11 siang, bahkan sertifikat kematiannya telah dikeluarkan oleh pihak rumah sakit. Ibu Yasmin, Jenifer da Silva Gomes (22) mengaku ia adalah orang pertama yang diberitahu jika putri yang baru saja dilahirkannya meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hidup saya seketika langsung hancur. Itu adalah momen paling menyedihkan dalam hidup saya ketika seluruh mimpi saya terenggut karenanya," ingat Jennifer seperti dilansir Daily Mail, Jumat (12/7/2013).

Salah seorang perawat yang mendampingi persalinan Jennifer, Ana Claudia Oliviera menceritakan ia meminta agar jenazah Yasmin dibaringkan di dalam chapel rumah sakit saja, alih-alih mengikuti prosedur normal dimana bayi yang dinyatakan meninggal saat lahir biasanya langsung dikirimkan ke kamar mayat berpendingin.

"Ia seperti malaikat kecil. Saya tak tega melihat wajahnya dan membayangkan tubuhnya disimpan dalam kamar mayat," kata Claudia.

Claudia juga yakin jika Yasmin telah meninggal karena ia sendiri yang memandikan dan memakaikan baju pada jenazah Yasmin.

"Saya dapat memastikan anak ini telah meninggal. Matanya tidaklah merespons cahaya sama sekali. Saya juga melihat dengan mata kepala saya sendiri sekujur tubuhnya berwarna membiru, benar-benar tak bernyawa," imbuhnya.

Sedangkan ayah Yasmin, Cleverson Carlos Gomes (26) mengaku menerima berita kematian putri yang dinantikannya itu ketika tengah menunggu persalinan istrinya di koridor rumah sakit dan saat itu juga ia berlari menuju chapel.

"Saya melihat jenazah putri saya yang pucat dan tak bernyawa dan saya tak betah berada di sana. Saya keluar dari chapel sambil menangis," tutur Carlos.

Jenazah Yasmin pun tetap berada di dalam kotak yang diletakkan di chapel hingga jam 2 siang, ketika kemudian neneknya, Elza Silva datang bersama pemilik rumah duka sekaligus rekan keluarga, Rosilis Ferro untuk mengebumikan Yasmin.

Tapi Ferro menuturkan ketika mereka bermaksud mengambil jenazah Yasmin untuk dimasukkan ke dalam peti, tak diduga salah satu kaki bayi yang baru lahir ini terlihat menendang.

"Ini adalah momen yang sangat luar biasa. Saya sendiri mulai merinding dan tak bisa bicara. Tapi saya juga sangat bahagia. Kemudian saya memanggil seorang perawat yang awalnya juga tak percaya pada hal ini. Ia bilan itu mungkin cuma kejang tapi kemudian bayi ini membuka kedua matanya," ujar Ferro.

"Awalnya saya juga tak bisa percaya, kami tak dapat menerima jika ini benar-benar terjadi. Lalu kami melihatnya bernapas. Kami pun saling berpelukan dan mulai berteriak-teriak, 'Ia masih hidup, ia masih hidup'. Ini adalah keajaiban," tambah sang nenek kepada situs berita Globo G1, Brazil.

Sang ibu yang saat itu masih ditenangkan oleh anggota keluarganya pun tak kalah terkejut ketika seorang perawat menyeruak masuk ke kamarnya dan berteriak, " Putrimu masih hidup!"

Jennifer ingat waktu itu ia sempat tak bereaksi dan tak tahu apa yang harus dilakukan. Tapi setelah itu ia tak dapat menahan kegembiraannya.

Yasmin ini pun langsung dibawa ke unit perawatan intensif di rumah sakit anak Sagrada Familia terdekat, dimana kondisinya dinyatakan stabil oleh tim dokter di rumah sakit ini.

Dokter Aurelio Filipak yang menangani Yasmin dan menandatangani sertifikat kematiannya mengatakan, "Orang-orang bisa membuat kesimpulannya sendiri, tapi hanya mereka hanya benar-benar di sana yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini. Selama 20 tahun saya juga tak pernah menyaksikan kejadian seperti ini."

Menurutnya tim medis yang dipimpinnya telah mencoba menghidupkan bayi ini selama hampir satu jam. "Alat-alat medis seperti monitor jantung dan oximeter telah menunjukkan bahwa ia tak lagi bernapas dan tak ada detak jantung," lanjutnya.

Kini keluarga Yasmin pun berencana mengganti namanya menjadi Victoria. Dalam bahasa Portugis, Victoria berarti 'kemenangan' karena mereka percaya 'kebangkitan' Yasmin adalah sebuah keajaiban.



(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads