Tergiur Harga Murah, 2 Wanita Hampir Mati Usai Jalani Operasi Plastik

Tergiur Harga Murah, 2 Wanita Hampir Mati Usai Jalani Operasi Plastik

- detikHealth
Jumat, 12 Jul 2013 14:22 WIB
Tergiur Harga Murah, 2 Wanita Hampir Mati Usai Jalani Operasi Plastik
Chrissy (Foto: New York Daily News)
Texas - Demi mendapatkan operasi plastik yang murah meriah, sepasang wanita asal Texas menyeberangi perbatasan AS menuju Meksiko. Di sinilah keduanya benar-benar belajar bahwa harga menjamin kualitas. Karena operasi murahan tersebut, keduanya hampir meregang nyawa.

Mimi Valdez dan keponakannya, Chrissy, baru saja berhasil menurunkan berat badan sebesar 127 kg. Mereka berharap dapat merayakannya dengan membuang kelebihan kulit lewat operasi di Jerusalem Hospital yang terletak di Tijuana, Meksiko. Pertimbangannya semata karena harga yang ditawarkan tergolong murah, yaitu US$ 5.000 atau sekitar Rp 49,8 juta.

Tapi selang 2 minggu kemudian, Mimi dan Chrissy harus masuk rumah sakit untuk dioperasi. Keduanya mengalami memar-memar yang ekstrim. Bahkan dokter yang menangani sempat tidak yakin apakah bisa menyelamatkan nyawa keduanya atau tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Segera setelah perban dibuka dan saya melihat payudara saya di cermin, saya melihat ada kulit menggantung keluar dari sayatan," kata Chrissy seperti dilansir New York Daily News, Jumat (12/7/2013).

Ternyata harga yang murah harus dibayar mahal dengan risiko nyawa. Mereka menyesal dan kecewa karena klinik di Meksiko tersebut tidak memberikan peringatan apapun. Terlebih lagi, penampilan rumah sakit tersebut ternyata tidak sesuai dengan yang diiklankan di situs webnya.

Ketika keluar dari mobil dan melihat sekeliling, lokasi pelayanan Jerussalem Hospital bukanlah sebuah rumah sakit betulan, melainkan sebuah klinik yang terletak di dekat mal. Pelayanan dan operasinya juga terbuka selama 24 jam sehari.

"Saya sudah sampai di sana. Saya tahu saya tidak akan mendapatkan uang saya kembali dan saya membuat keputusan yang sangat-sangat salah. Saya seharusnya mendengarkan intuisi saya, tapi ketika itu tidak," kata Chrissy.

Yang lebih mengecewakan, klinik atau fasilitas tersebut tidak mau mengakui keduanya sebagai pasien. Jerussalem Hospital menolak mengkonfirmasi ataupun menyangkal prosedur yang diberikan kepada Mimi dan Chrissy dengan mengutip undang-undang kerahasiaan pasien.

Dalam websitenya, fasilitas ini mengklaim sebagai pakar terkemuka atas solusi bariatrik karena berhasil melakukan lebih dari 20.000 operasi selama lebih dari 20 tahun. Pada halaman Facebook-nya, fasilitas ini juga memajang foto-foto operasi yang positif serta ulasan dari pelanggan yang memuji-muji.

Hasil pencarian di Google menemukan review pasien dan saksi mata yang beragam. Sebagian di antaranya menganjurkan untuk menjauhi klinik ini dan sebagian lagi mendukung.

(pah/vta)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads